SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Selasa 1 November 2022, Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan: Why. 7:2-4,9-14Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-61Yoh. 3:1-3Mat. 5:1-12a

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. (Matius 5:12)

Injil di atas adalah rangkuman khotbah di bukit dengan delapan sabda bahagia, yaitu:

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,  karena merekalah yang empunya kerajaan surga, orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang miskin secara rohani dan selalu mengharapkan pertolongan Allah. Mereka yang mempunyai perasaan seperti ini akan mendapatkan Kerajaan Allah, yaitu sukacita, damai sejahtera dalam hatinya dan tidak khawatir dalam hidupnya.
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Orang yang berdukacita adalah orang susah dalam hidupnya, sehingga ia bisa merasakan penderitaan orang lain (empati). Dalam hal ini ia akan berusaha berbagi dengan orang lain, sehingga ia  mendapatkan kebahagiaan batin, yang tidak dapat diperoleh dalam hal duniawi.
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Orang yang lemah lembut adalah orang yang memperlakukan orang lain dengan penuh perhatian dan hati yang tulus. Tidak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Ia memandang perbedaan manusia sebagai keragaman manusia seutuhnya, ciptaan Tuhan yang berharga, bermartabat, mulia untuk dikasihi.
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Orang yang lapar dan haus akan kebenaran adalah orang yang  senantiasa mengusahakan hidupnya sesuai dengan firman Tuhan, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. (Yoh14:6). Sehingga ia dapat berjalan selangkah demi selangkah di jalan Tuhan menuju kerajaan Allah yang kekal. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4).
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Orang yang murah hati adalah orang yang senantiasa mau berbagi atau memberi dengan orang lain, dengan sepenuh hati, baik waktu, harta dan hidupnya. Meskipun demikian ia tidak pernah kekurangan, karena Tuhan selalu memberikan segala sesuatu yang baik dan semua yang dibutuhkan dalam hidupnya untuk kemuliaan Tuhan.
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.  Orang yang suci hatinya adalah orang yang hidup seturut firman Tuhan dengan sepenuh hati, terwujud dalam segala perasaan, pikiran, perkataan dan tindakannya. Orang yang demikian termasuk orang yang sudah dewasa imannya, sehingga ia dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya, maka ia termasuk orang yang melihat-Nya diangkat naik ke surga
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Orang yang membawa damai adalah orang yang membawa kesejukan, kegembiraan, ketenangan, kebebasan, kelegaan bagi orang lain. Ia dapat menolong orang yang dalam kesulitan dan menunjukkan jalan Tuhan.
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku, kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga. Orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran adalah orang yang melakukan perbuatan baik sesuai dengan firman Tuhan tetapi dicela, dimusuhi dan dianiaya. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji iman orang itu. Bilamana ia mampu bertahan menghadapi situasi itu dengan bersyukur dan berserah kepada Tuhan, maka ia akan mendapatkan sukacita, damai sejahtera di sepanjang hidupnya, Jika demikian maka ia akan merasakan hidupnya di dunia seperti di dalam surga.

Tuhan Yesus memberikan satu peringatan bagi orang yang mengikuti-Nya, untuk menanggung semua beban dan kesulitan yang akan dihadapi. Yesus sendiri adalah pemenuhan Sabda Bahagia tersebut. Semasa hidup-Nya di dunia, Ia adalah manusia yang paling berbahagia, karena satu hal ini: Ia memberikan Diri-Nya seutuhnya kepada Allah Bapa dan kepada manusia. Salib Kristus adalah puncak dan bukti yang sungguh nyata akan hal ini. Pandanglah salib Kristus, dan kita akan menemukan jawaban akan pertanyaan, “Apa yang harus kulakukan agar hidup bahagia?”  Sebab di sana, di dalam keheningan Kristus akan menjawab kita,“Mari, ikutlah Aku, berikanlah dirimu kepada Tuhan dan sesama.”

Tuhan ajarku untuk fokus dan kuat dalam firman-Mu karena firman-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup. Jauhkan aku dari segala godaan dan cobaan Si Jahat. Aku manusia yang lemah, tambahkanah selalu imanku  untuk dapat melihat kemuliaan-Mu. Amin. (SWK)

×