SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Selasa 15 November 2022

Bacaan:Why. 3:1-6,14-22; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 19:1-10.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

Shalom,

Bapak/Ibu, Saudara-saudari yang terkasih, Firman Tuhan hari ini mengingatkan saya pada saat saya berkunjung ke rumah sahabat saya dan diajak makan oleh sahabat saya di rumahnya. Tentu tidak semua orang membawa temannya untuk makan di rumahnya terlebih bila orang itu merupakan orang asing. Biasanya yang diajak makan bersama adalah kerabat, sahabat, ataupun teman yang sudah akrab dan dianggap sebagai saudara.

Injil hari ini menceritakan betapa hati Zakheus bersukacita karena Tuhan Yesus yang banyak dielu-elukan, disanjung oleh orang banyak dan berbicara secara pribadi kepada Zakheus. Yesus memanggil nama Zakheus secara pribadi kemudian menyuruh Zakheus agar segera turun. Yesus memberi tahu Zakheus bahwa Yesus mau menumpang di rumahnya. Tentu Zakheus merasa begitu dihargai karena dipanggil dengan namanya berarti sesuatu panggilan yang bersifat pribadi. Zakheus mau membuka hatinya, sama seperti yang terdapat pada Wahyu 3:20 Yesus akan masuk mendapatkan kita dan Yesus akan makan bersama-sama dengan kita dan kita bersama-sama dengan Yesus, ini menunjukkan suatu hubungan yang sangat erat dan bersifat pribadi. Tidak semua orang mau membukakan pintu bagi orang asing dan mengajaknya makan bersama di rumahnya, itulah yang dilakukan oleh Zakheus yang mau membuka hatinya sehingga Yesus bersedia masuk ke dalam rumah Zakheus dan makan bersama dengannya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah membuka hati kita untuk Yesus? Apakah kita sudah menyambut Yesus sebagai sahabat atau teman yang akrab sehingga Yesus bersedia tinggal bersama kita?

Mari kita renungkan peristiwa Zakheus ini agar kita menyadari apakah saya bersedia membuka hati saya dan menyambut Yesus agar Yesus bersedia tinggal bersama saya. Semoga kita selalu membuka hati kita kepada Yesus.

Doa

Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur atas sabda-Mu pada hari ini. Bimbing kami dan curahkanlah Roh Kudus-Mu agar kami mampu mendengarkan Yesus yang mengetuk pintu hati kami dan kami bersedia membuka pintu hati dan mempersilahkan Yesus masuk dan tinggal di hati kami. Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin. (LD)

×