Renungan Senin 20 Februari 2023
Bacaan: Sir. 1:1-10; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Mrk. 9:14-29.
Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? (Markus 9:19)
Sebentar lagi kita akan masuk dalam masa Prapaskah. Seperti biasanya, secara khusus kita akan diajak melakukan puasa dan pantang.
Injil hari ini menunjukkan kepada kita – para pengikut juga murid Kristus- mengenai pentingnya doa dan puasa.
Roh jahat yang mendiami seorang anak, yang menyebabkan anak ini bisu dan tuli, hanya dapat diusir dengan doa dan puasa, seperti kata Tuhan Yesus yang secara khusus berbicara kepada para murid.
Puasa dan pantang (serta doa) yang sebentar lagi kita lakukan dalam masa Prapaskah ini, juga sangat penting bagi kehidupan kita.
Puasa dan pantang kita adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri dan tanda kita mempersatukan pengorbanan kita dengan kurban Kristus di kayu salib.
Puasa dan pantang akan melemahkan kelemahan jiwa kita (cacat jiwa/penyebab dosa), sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih serupa dengan Kristus.
Khusus pantang, memang ada aturan resmi soal pantang apa aja, namun pilihlah pantang yang menjadi kesenangan, misal pantang kopi, pantang game atau pantang ngemil.
Yang terpenting, lakukan semua ini dengan hati tulus dan satukan dengan pengorbanan Kristus.
Mau pantang apa ya? (FS)