SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Kamis, 25 Mei 2023

Bacaan : Kis 22:30;23:6-11; Mzm 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yoh 17:20-26

Sebelum Yesus meninggalkan para muridNya, dengan amat khusuk  Ia berdoa mohon kesatuan bagi masa depan para muridNya agar mereka benar-benar bersatu. Yesus berdoa agar kita setia kepadaNya, bersekutu satu sama lain dan menjalankan perintah kasihNya.

Membangun kesatuan dan kebersamaan yang mendalam di antara kita, hanya mungkin kalau kita memiliki kedekatan dan kesatuan yang mendalam dengan Yesus sendiri lewat hal-hal sederhana dalam hidup sehari-hari. Misalnya doa pribadi setiap waktu dan baca kitab suci setiap hari, adorasi, Misa harian,  pemeriksaan batin. Bila kesatuan kita dengan Yesus telah tumbuh secara mendalam dalam diri kita masing-masing, maka kesatuan ini pun akan meluber ke luar dari diri kita terhadap sesama. Kita akan mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita. Kita akan memandang sesama dengan cara pandang Yesus sendiri. Kita akan selalu hadir bagi sesama dan berusaha menerima sesama apa adanya.

Yesus berdoa khusus bagi para murid dan juga bagi kita supaya kita hidup dalam kasih dan bersatu dengan Dia dan juga bersatu dengan sesama untuk selamanya seperti kesatuan Yesus dengan Bapa. Kesatuan yang Yesus inginkan ialah keadaan lingkungan dimana setiap orang saling mengasihi atas dasar mengasihi Yesus. Kesatuan bisa terjadi karena setiap pribadi berelasi dengan baik, mengecilkan kepentingan pribadi untuk suatu kepentingan bersama. Kesatuan kristiani adalah kesatuan yang mampu menjembatani dan mengatasi segala perbedaan yang ada sebab kesatuan itu mengacu pada kesatuan Yesus dengan Bapa oleh karena kasih.

Semoga doa Yesus ini kiranya membakar semangat kesatuan kita dan mendorong kita untuk meningkatkan kesatuan. Mari kita tak henti-hentinya membangun kesatuan dengan sesama dalam cinta Yesus. Amin

Tuhan memberkati

LF

×