Renungan Rabu 19 Juli 2023
Bacaan: Kel. 3:1-6.9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27.
Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25)
Shalom,
Bapak, ibu, saudara saudari yang terkasih dalam Kristus.
Bacaan hari ini sungguh bermakna bagi saya. Dalam kitab Keluaran dikisahkan tentang perutusan Musa. Musa dipanggil Tuhan dengan misi membebaskan bangsa Israel dari tangan Firaun. Tetapi Musa berkata kepada Allah, “Siapakah aku ini, maka aku harus menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” (Keluaran 3:11). Jawaban Musa tersebut mengungkapkan bahwa, Musa merasa bukan siapa-siapa. Musa bukan orang terpandang, tidak mempunyai kuasa, tidak mempunyai jabatan tertentu, tidak mempunyai pengikut, tidak terkenal, dan bukan orang penting yang dapat bernegosiasi dengan raja Firaun. Tuhan menjawab keraguan Musa dengan bersabda, “Bukankah Aku akan menyertai engkau?”
Penyertaan dan perkenanan Tuhan itulah yang Musa imani. Penyertaan dan perkenanan dari Tuhan, itulah yang terus menerus kita imani dan kita harapkan sampai saat ini. Dalam Matius 11:25 berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan bagi orang kecil.”
Mengapa Tuhan berkenan kepada orang kecil? Karena orang kecil selalu mengandalkan Tuhan. Orang kecil tidak mempunyai kuasa, tidak punya apapun dalam dirinya yang bisa dibanggakan sehingga mereka hanya mengandalkan Tuhan. Orang pandai dan pintar lebih mengandalkan kemampuan diri sendiri, sehingga kurang berserah diri. Ini bukan berarti orang-orang pandai dan pintar tidak dipakai oleh Tuhan. Banyak sekali orang pandai, pintar dan bijaksana yang dipakai Tuhan, karena mereka meletakkan kepandaiannya pada kehendak Allah. Mereka mau dipimpin dan menuruti kehendak Roh Kudus. Orang-orang pandai, pintar dan bijaksana dapat dipakai Tuhan, bila mereka tidak lagi dikuasai ego dan kesombongan diri. Orang yang mau berserah diri dan merasa dirinya kecil inilah yang dapat dipakai Tuhan dengan luar biasa. Marilah kita berserah diri kepada Tuhan, karena sesungguhnya kita bukan siapa-siapa bila kita di luar Kristus.
Doa
Bapa yang penuh belas kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang menguatkan kami dalam menapaki hidup ini. Bimbing kami agar senantiasa bersyukur dan selalu mengandal-Mu dalam hidup ini, karena kami bukanlah siapa-siapa tanpa Engkau. Yesus, Engkaulah andalanku. Kami serahkan hidup kami sepenuhnya dalam tangan kasih-Mu. Amin.