SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Senin 11  September 2023

Bacaan: Kol. 1:24-2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11.

Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, (Kolose 1:25)

Rasul Paulus menceritakan dalam perikop hari ini yang berjudul “Pelayanan dan Penderitaan Paulus”, dalam perikop ini kita membaca bagaimana di awal Paulus mengatakan “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat” (Kol 1:24). Apa yang dialami Paulus saat itu juga mungkin sedang kita alami saat ini, ketika kita akan mengabarkan kabar baik kepada orang di sekitar kita, kita sering mengalami dikatakan sok suci, ingin mencari nama baik, bahkan kadang tidak jarang sampai disebut sebagai orang munafik.

Dalam bacaan Injil hari ini ketika Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, kita lihat bagaimana orang orang Farisi menunggu Yesus untuk berbuat salah, sehingga mereka bisa mendapat bukti untuk menghukum Yesus. Dari bacaan hari ini kita bisa mengetahui tidaklah mudah untuk melakukan pewartaan atau pemberitaan kabar baik. Kadang perbuatan baik yang kita lakukan sering dinilai negatif oleh orang lain, melihat kenyataan demikian; apakah kita akan berhenti dan tidak akan melanjutkan perbuatan baik kita?

Judul renungan hari ini saya tulis dengan “Domba-Domba-Ku mendengar suara-Ku, Sabda Tuhan”, bagi saya pribadi, kita sebagai pengikut Kristus, hal yang terpenting kita harus mendengar Sabda Tuhan, mengikuti dan melaksanakan-nya, tidak peduli kata kata orang lain terhadap kita. Kita sudah melihat contoh dari Paulus, bahkan Yesus sendiripun diperlakukan seperti itu. Kita hendaknya harus selalu tetap melakukan perbuatan baik mewartakan kabar baik, yang dapat kita lakukaan baik melalui kata-kata atau perbuatan kita, tidak peduli gosip apapun yang ada di sekeliling tentang kita. Karena Tuhan melihat hati. Kita adalah domba-domba-Nya yang mampu mendengar Suara Tuhan dan mengerti apa perintah-Nya untuk kita laksanakan.

Mari kita berdoa:

Allah yang Maharahim, Engkau mengajar kami hari ini tentang bagaimana kami harus bersikap ketika dalam lingkungan yang terkadang tidak mendukung apa yang kami lakukan. Tetapi kami tahu kami adalah domba-domba-Mu yang mampu mendengar suara-Mu sehingga tahu arahan-Mu untuk apa yang harus kami lakukan seperti Rasul Paulus. Kami mohon ya Tuhan kuatkanlah iman kami agar kami selalu setia menjadi pewarta kabar baik-Mu di sekeliling kami sehingga mereka semakin mengenal ajaran-Mu. Inilah Tuhan doa dan pengharapan kami dan kami mohon agar doa dan pengharapan kami ini, dikabulkan oleh Engkau, Yesus Tuhan dan Pengantara kami. Amin (AlX)

 

×