SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Jumat 15 September 2023

Bacaan: Ibr. 5: 7-9; Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16, 20; Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35.

Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, (Ibrani 5:8)
Ketika orang memilih dan memutuskan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, hal ini merupakan kasih karunia-Nya, namun tidak cukup hanya mengaku saja dan berhenti di sini, tapi kita akan menjalani proses panjang seumur hidup melalui pertobatan setiap hari. Dan ini dibutuhkan pemeliharaan iman dengan dengan SETIA untuk TAAT melakukan firman/kehendak-Nya sepanjang hidup kita.

Kata setia mencakup 3 K yaitu komitmen, konsisten dan konsekuensi.

Komitmen membuat orang menepati dan melakukan apa yang menjadi taggung jawabnya meskipun ada banyak halangan. Konsiten membuat orang tidak berubah-ubah atas apa yang telah dipilih dan konsekuensi adalah berani menanggung risiko atas apa yang telah diputuskan atau dipilih diimani. Tiga hal ini akan membantu orang untuk setia dalam ketaatan akan imannya di sepanjang hidupnya dan tentu saja ditopang oleh Roh Kudus.

Dalam bacaan Injil hari ini dikatakan “dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya”.

Yesus sendiri memberikan keteladanan yang luar biasa dengan taat pada kehendak Bapa hingga wafat di kayu salib, meskipun kalau bisa Yesus minta cawan ini berlalu dari pada-Nya, tapi bukan kehendak-Nya dan Ia membiarkan kehendak Bapa yang terjadi. Juga bunda Maria disebut sebagai teladan dan model iman orang kristiani, karena ia taat dengan berkata aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan Tuhan.

Tuhan Yesus dalam kemanusiaan-Nya dan bunda Maria tetap komit dengan keputusan yang diambil, konsiten memegang teguh apapun yang terjadi dan berani menanggung konsekuensinya hingga akhir. Bahkan bunda Maria disebut Maria yang berdukacita karena sepanjang hidupnya penuh dengan duka/derita namun karena ketaatannya membawa pada kemenangan sehingga dalam Kidung Maria dia menyebut dirinya ‘Yang Berbahagia’, sungguh merupakan paradoks, tapi itulah buah dari kesetiaan dan ketaatan.

Demikian juga para murid dan orang kudus yang ada menunjukkan kesetiaan untuk taat menjadi murid Kristus bahkan banyak yang menderita dan menjadi martir. Namun buah dari kesetiaan dan ketaatan meskipun menderita adalah sukacita, mampu bertahan dalam segala situasi dan memperoleh keselamatan kekal.

Doa

Tuhan Yesus anugerahkanlah kepada kami rahmat kesetiaan untuk taat melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu. Bunda Maria doakanlah kami anak-anakmu agar meneladan kesetiaanmu dalam iman hingga akhir hidup. Amin (MH)

 

×