SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Harian Minggu,3 Maret 2024

Hari Minggu Prapaskah ke III

Bacaan 1 : Keluaran 20 : 1-17 [ singkat Kel 20: 1-3 , 7 – 9, 12 – 17 ] ;

Mazmur 19: 8,9,10,11, Bacaan 2 : 1 Kor 1 : 22 – 25 ; Injil : Yoh 2 : 13 – 25.

 

Maka teringatlah murid – murid Yesus bahwa ada tertulis, “Cinta untuk rumah – Mu, menghanguskan Aku” [ Yoh 2 : 17]

 

Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah yang ketiga, Sabda Tuhan yang diwartakan hari ini diawali dengan Sepuluh Perintah Allah. Allah memberikan perintah dasar sebagai pedoman hidup bagi bangsa Israel. Pedoman itu mengatur tentang relasi antara Allah dan manusia, serta manusia dengan sesamanya. Dengan demikian bangsa Israel memiliki pegangan dasar dalam berelasi.

Ada dua bentuk relasi yang diatur dalam perintah Allah ini. Pertama , relasi spiritual yang mengatur tata cara manusia berelasi dengan Allah. Kedua relasi sosial yang mengatur relasi manusia dengan sesamanya. Dan Allah meminta supaya bangsa Israel setia berpegang teguh pada perintah tersebut, sebab Dia lah Allah mereka.

Dalam injil Yohanes hari ini dikisahkan bahwa menjelang perayaan Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Bait Allah Yesus menemukan orang berjualan. Mereka menjadikan Bait Allah sebagai “pasar hewan” . Ada yang menjual kambing, domba , burung merpati dan juga penukar uang. Yesus geram melihat situasi tersebut, karena itu Dia membuat cambuk dari tali dan mengusir mereka semua. Dia menjungkir balikkan meja penukar uang dan menyuruh pedagang hewan itu pergi.

Mengapa Yesus bertindak demikian ? Pertama , karena orang Yahudi tidak menghormati kesakralan Bait Allah. Kedua , Yesus menegaskan bahwa Bait Allah tempat untuk beribadah kepada Allah. Karena itu membutuhkan suasana yang nyaman dan tenang untuk beribadah. Ketiga , Yesus juga hendak menyadarkan para pedagang bahwa perayaan Paskah sudah dekat, mereka harus mempersiapkan diri untuk perayaan tersebut. Inilah kesempatan bagi mereka untuk mensyukuri rahmat Tuhan dan menyembah-Nya.

Injil hari ini juga mengingatkan kita bahwa kerap kali kita mencemarkan diri kita dengan berbagai sikap, tindakan dan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Oleh karena itu dalam masa Prapaskah ini Tuhan mengajak kita untuk melakukan pembersihan “bait Allah” dengan menjalani pertobatan secara sungguh – sungguh.

 

Doa :

Ya Allah cerahkan budi dan hati kami sehingga kami mengarahkan hidup kami pada kebaikan dan kebenaran. Amin.

ML Erlin Nurhayati.

×