SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Jumat, 26 Desember 2025

Bacaan: Kis. 6:8-10; 7:54-59; Mzm. 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17; Mat. 10:17-22

“Tetapi waspadalah terhadap semua orang, karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.” (Mat. 10:17)

Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk memberitakan Injil Kerajaan Surga dan memperingatkan agar waspada terhadap penganiayaan yang akan datang, tetap tekun, dan bergantung pada Roh Kudus.

Saat ini saudara-saudara seiman kita di Nigeria dan Korea Utara sedang mengalami penganiayaan dari kerabat, tetangga, orang asing, atau pemerintah, bahkan sampai kehilangan nyawa demi iman terhadap Kristus. Saya membayangkan bagaimana perjuangan mereka saat merayakan Natal kali ini. Mungkin mereka beribadah dengan penuh kehati-hatian, cemas atau gelisah akan ancaman bahaya intimidasi, penganiayaan, penculikan, atau pembunuhan. Di sisi lain, iman mereka juga semakin bertumbuh dan bergantung pada Roh Kudus.

Bagaimana dengan saya atau kita?
Apakah memasuki masa Adven tadi masih terjebak dengan rutinitas persiapan lahiriah? Terlalu sibuk sebagai panitia Natal, latihan koor intensif, menghias rumah, membeli pakaian baru, mengirim parsel, membuat hidangan untuk menjamu tamu, liburan ke luar kota/negeri, atau lainnya. Persiapan-persiapan ini tentunya sangat menyita waktu, tenaga, perhatian, dan uang. Akibatnya cukup melelahkan bahkan bisa membuat stres. Bahkan mengantuk saat mengikuti misa Natal, tetapi berdalih liturginya terlalu panjang atau homilinya membosankan.

Kita justru sering lupa mempersiapkan batin dengan sungguh-sungguh, bahkan melewatkan Sakramen Tobat Natal. Padahal di sisi lain dunia, saudara-saudara seiman kita justru lebih sungguh-sungguh mempersiapkan batin mereka di tengah “ancaman” penganiayaan.

Bagi kita, kalimat “waspadalah terhadap semua orang …” akan menjadi bermakna waspadalah terhadap dirimu sendiri (kedaginganmu) dan keadaanmu. Jangan sampai terjebak atau teralihkan (lagi)!

Kita juga berdoa untuk saudara-saudara seiman yang “teraniaya” di Nigeria, Korea Utara, Sumatera Utara, dan lainnya. Semoga mereka dapat merasakan kasih Allah yang sejati secara pribadi!

Gbu (L O)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×