SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Senin, 29 Desember 2025.

Bacaan: 1Yoh 2:3-11Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6Luk 2:22-35.

“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (Lukas 2: 34-35)

Itulah kata Simeon kepada Maria, kata-kata yang jujur dan keras yang mungkin sulit dimengerti maksudnya. Simeon tidak mengatakan bahwa Yesus akan membuat semua orang nyaman, tetapi Yesus akan mengguncang, menyingkap, dan melukai, demi menyembuhkan.

Injil bukanlah obat penenang, tetapi pembangkit. Yesus menjatuhkan kita dari kepalsuan, dari ego rohani, dari rasa “aku sudah benar”, dan membangkitkan mereka yang hancur, gagal, lelah, serta kehilangan arah. Sebagai pelayan Tuhan, pengajar evangelisasi, tugas kita bukan membuat murid merasa “baik-baik saja”, melainkan menolong mereka bangkit dalam kebenaran walau harus runtuh lebih dahulu. Jika murid selalu pulang dengan hati yang nyaman tetapi hidupnya tidak berubah, mungkin kita sedang meninabobokan bukan membangkitkan.

Injil pasti memunculkan reaksi. Yesus adalah tanda yang menimbulkan perbantahan, artinya: Injil akan selalu memisahkan terang dan bayangan. Ada yang  bertobat, ada yang melawan, dan itu normal. Pelayanan yang benar tidak diukur dari disukai atau tidak, tetapi dari, apakah kebenaran firman Allah sungguh disampaikan dengan kasih.

Pedang yang menembus jiwa. Mengikuti Yesus itu indah, tapi tidak pernah murah, ada harga yang harus dibayar, yakni: menguras tenaga, melukai ego, sering tidak dimengerti, kadang justru diserang oleh orang yang kita layani, dan sebagainya. Namun semua itu bukanlah kegagalan, melainkan tanda bahwa Injil sedang bekerja.

Injil menyingkap isi hati. Yesus datang bukan hanya menyelamatkan, tetapi membongkar isi hati manusia. Membuka topeng-topeng kehidupan kita, menyingkapkan motivasi-motivasi, sehingga yang tulus akan tetap bertahan, dan yang tidak akan menjauh. Namun janganlah kita berkecil hati dan mundur karena itu semua jalan pemurnian hidup kita.

Marilah kita bertanya jujur pada diri masing-masing, “Apakah pelayananku menggugah pertobatan atau hanya menjaga kenyamanan?” Injil tidak datang untuk menidurkan dunia, tetapi untuk membangunkan hati manusia.

Selamat hari Natal dan menyongsong Tahun Baru 2026.

Tuhan memberkati. (FXST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×