Renungan Rabu, 7 Januari 2026
1 Yoh 4 : 11 – 18 ; Mzm 72 : 1-2, 10 -11, 12 – 13; Mrk 6 : 45-52
“ Tenanglah! Aku ini jangan takut! “. ( Markus 6 : 50 )
Dunia sekarang ini, dimana tehnologi semakin berkembang dalam banyak segi memang semakin membantu manusia untuk menjawab kebutuhannya. Banyak kebutuhan manusia terasa amat mudah terpenuhi. Jika orang ingin mengetahui keadaan saudaranya dinegeri seberang, ia bisa menghubunginya lewat telephone genggam. Jika seseorang kesulitan untuk mencari alamat maka bisa mengakses internet melalui goggle map atau share location, dengan mudah kita dituntun sehingga menemukan alamat yang kita cari. Tentu hal ini bukan sesuatu yang merugikan manusia, namun justru menjadi sarana untuk membantu manusia memperoleh kebahagiaan. Namun ditengah kemajuan tehnologi juga ada dampak – dampak negative yang membuat banyak orang takut tertipu dan menerima berita – berita hoax, dan ditengah kemajuan tehnologi itu kita juga tidak mudah merasakan Tuhan yang sebenarnya selalu menemani kita.
Rasa takut masih seringkali menghantui kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang mudah takut atau bingung. Ada macam–macam alasan mengapa orang takut. Ada yang takut sakit, takut mengendarai motor, takut berbicara didepan orang banyak, takut pada ular. Namun yang sangat merepotkan ialah bila orang takut untuk menempuh tugas baru, hidup baru, pergaulan yang baru. Mengesan sekali apa yang dikatakan Santo Yohanes dalam suratnya : “ Didalam kasih tidak ada ketakutan, kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” ( 1 Yohanes 4 : 18 ). Ini suatu renungan yang baik. Bila kita ini serba takut, apa kita sudah punya kasih ?
Ketika melihat Yesus yang berjalan diatas air, para murid juga takut, bahkan mereka berteriak- teriak. Mereka sangat terkejut. Maka Yesus berkata : “Tenanglah ! Aku ini, Jangan takut ( Markus 6 : 50 ). Para murid takut dan terkejut karena mereka belum mengerti dan mengenal Yesus dalam badai yang menakutkan. Anehnya mereka begitu cepat melupakan bahwa Yesus baru saja selesai mengerjakan mukjizat besar dan telah memberi makan ribuan orang sampai kenyang bahkan sisanya masih banyak. Dan lebih aneh lagi mereka sepertinya tidak bisa mengenal Yesus yang datang mendekati mereka dengan berjalan diatas air. Bukankah hal yang sama terjadi dalam hidup kita? Kita mudah takut dan gelisah bila sesuatu masalah menimpa kita. Sadarilah bahwa Allah senantiasa hadir bersama kita. IA tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun. Kesulitannya terletak pada diri kita yang sering tidak peka akan kehadiran-Nya, karena selalu membenamkan diri dalam kesibukan– kesibukan duniawi sehingga tidak mampu lagi merasakan kehadiran-Nya. Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita membuka diri terhadap kehadiran-Nya yang selalu siap menolong saat kita menghadapi badai kehidupan.
Tuhan Yesus ajarilah aku mengenal diri-Mu ditengah derasnya arus jaman ini. Amin ( MLEN )