SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Selasa 13 Januari 2026

Bacaan:1Sam. 1:9-20; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” (Markus 1:27)

Yesus mengajar dengan penuh kuasa; ada kuasa dalam setiap perkataan-Nya. Bahkan roh-roh jahat mengakui bahwa Ia Yang Kudus dari Allah. Dalam bacaan pertama pun, saat Hana berkeluh kesah dengan sangat bersusah hati, kata-kata Imam Eli yang memberikan pengharapan bahwa Allah memberikan apa yang ia mohon kepada Hana benar-benar terjadi.

Yesus dan Imam Eli memiliki kedekatan dengan Tuhan; hal itu memberikan kuasa, terutama saat seseorang menjaga kekudusan. Suatu ketika, dalam sebuah seminar rohani, ada seorang umat yang tergeletak dengan kondisi matanya menjadi putih semua dan ternyata kondisinya seperti orang kesurupan. Beberapa orang berdoa dengan mengusir roh jahat, tetapi tetap tidak ada perubahan. Tiba-tiba datanglah seorang Romo yang menggunakan stola dan mengucapkan sepatah kata saja dengan memberkati dahi orang tersebut, dan serta-merta orang itu sadar.

Saya melihat perbedaan kuasa perkataan dari orang-orang yang ada saat itu dan Romo yang mendoakan. Mengapa berbeda? Kuasa orang yang berkata-kata sebagai seseorang yang punya wewenang dalam Gereja, juga sebagai orang yang menjaga hidup yang kudus, pasti lebih didengar Allah.

Bagaimana dengan kita? Bilamana saat kita berdoa atau melayani Tuhan, ada baiknya kita juga hidup melekat dengan Tuhan dan menjaga kekudusan supaya apa yang kita katakan atau kita doakan penuh kuasa karena sesuai dengan kehendak Tuhan. (HW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×