Renungan hari Kamis, 22 Januari 2026, Pekan Doa Sedunia Hari ke-5.
Bacaan: 1Sam. 18:6-9; 19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk. 3:7-12
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. (Markus 3:9)
Pada bacaan Injil hari ini diceritakan bahwa banyak orang dari berbagai daerah datang untuk memperoleh sesuatu dari Yesus, untuk mendengarkan Dia, mendapatkan kesembuhan, mengalami mukjizat, bahkan untuk dibebaskan dari roh jahat. Maka Yesus minta kepada murid-murid-Nya untuk disediakan perahu agar jangan sampai Dia terhimpit oleh orang banyak yang sangat antusias itu.
Dalam hidup sehari-hari tanpa disadari saya juga datang berdoa kepada Yesus dengan aneka permohonan yang bertubi-tubi, seperti banyak orang itu yang membuat Yesus terhimpit. Saya berdoa seolah-olah khawatir Yesus tidak tahu atau lupa apa yang saya butuhkan. Saya lupa memberi ruang bagi Yesus agar saya dapat mendengarkan suara-Nya, merasakan kehadiran-Nya, serta penyertaan-Nya dalam tiap kegiatan saya atau pun masalah saya. Padahal bukan keinginan atau kehendak saya melainkan rancangan-Nyalah yang terbaik bagi saya.
Injil Markus tersebut mengingatkan saya untuk selalu memberi ruang bagi Yesus di dalam hati dan pikiran saya, mendengarkan sabda-Nya, percaya dan selalu membawa Yesus di dalam dunia kehidupan saya sehari-hari. (AK)