Renungan Harian Rabu, 23 Agustus 2023
Mat 20:1-16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Mat 20:16)
Dalam beberapa perikop Kitab Suci, Yesus sering diakhiri dengan Firman di atas.
Mengapa? Firman ini dipakai sebagai peringatan bagi kita anak-anak Allah agar mempunyai hati yang murni dalam melayani umat Allah atau sebagai pekerja kebun anggur Tuhan.
Seringkali kita yang merasa sudah melayani cukup lama, merasa lebih senior, lebih mengerti atau lebih berpengalaman dari orang lain dalam pelayanan atau komunitas kita sehingga tanpa kita sadari kita bisa atau sudah menjadi batu sandungan bagi orang lain karena kita mudah sekali mengkritik orang lain akan kekurangan mereka dan merasa lebih tahu dari mereka. Sering juga kita merasa lebih mengenal Tuhan daripada orang lain sehingga seringkali kata kata kita malah seperti agamawan bukan kasih. Juga mungkin karena merasa lebih senior, sering tanpa kita sadari kita merasa lebih berhak dan lebih bisa melayani daripada orang-orang yang baru atau orang-orang muda.
Ini semua terjadi karena kita manusia memang diciptakan mempunyai Ego atau ambisi diri, mau lebih dikenal, mau lebih dihormati, mau dihormati, dll, sehingga sering tanpa introspeksi diri, kita mengabaikan dasar yang utama dalam melayani yaitu KERENDAHAN HATI.
Ada sebuah cerita. Seorang bapak pergi ke gereja. Dia lupa suara mematikan HP nya sehingga ketika Misa berlangsung HP nya berbunyi. Karena kaget, ia tergopoh-gopoh, bukannya dengan cepat mematikan HPnya tapi malah membutuhkan waktu yang agak lama untuk mematikannya. Istri dan anaknya memarahinya karena malu dengan yang lain. Orang-orang yang duduk di sekitarnya melihat dengan mata yang sinis. Bahkan selesai misa tatib menegur dia dengan kasar agar selalu ingat mematikan suara HP kalau di Gereja. Dan semua mata orang di Gereja memandang dia dengan sinis ketika berpapasan dengannya.
Dengan sedih dan malu dia pulang dan mampir di sebuah bar untuk minum menghilangkan sedih dan malunya. Sesampai di Bar dia memesan minuman dan tanpa sengaja menyenggol gelas minuman yang dia pesan sehingga jatuh dan pecah. Dia langsung merasa was-was bakal kena marah lagi. Tetapi ketika dia mau mengambil pecahan gelas, pemilik bar datang dengan senyum dan kata-kata yang sangat ramah ; jangan biarkan saya saja yang membersihkannya, kamu duduk saja. Orang yang duduk di sebelahnya menepuk pundaknya dan menghiburnya. Ditambah kemudian minumannya diganti dengan yang baru, bahkan diajak ngobrol santai oleh orang-orang di sekitarnya.
Menurut anda, bapak ini akan merasa nyaman berada dimana???
Sebagai pelayan Tuhan kita diminta selalu introspeksi diri agar dapat selalu menjaga hati kita sebagai pelayan yang berkenan di hadapan Tuhan
Demikian jugalah kamu. Ketika kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, berita utama kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” (Luk 17:10)
Doa:
Bapa berilah selalu kepada kami kerendahan hati dan kelemahlembutan. Jadikanlah kami hamba-hamba yang selalu mau mengintrospeksi diri sehingga kami selalu dapat menjaga hati kami untuk dapat melayani dengan penuh Kasih. Amin