Renungan Sabtu 17 Januari 2026
Bacaan: 1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17)
Hal paling gampang yang bisa kita lakukan adalah menghindar, jadi orang steril. Waktu anak-anak saya masih SMA, suami saya pernah bilang ke mereka supaya jangan bergaul dengan orang-orang yang tidak benar: minum-minum, perokok, dugem, dan hidup yang tidak benar. Saya tahu dia tidak mau anak-anak kami terkontaminasi oleh hal-hal yang jahat seperti itu.
Berhubung anak-anak saya pernah ikut KEP OMK, mereka bilang, “Tuhan datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa,” Pa. Kalau kita menghindari orang seperti ini, kalau kita tidak memberi kesempatan, kita akan kehilangan begitu saja seorang rekan dalam Kerajaan Tuhan. Justru kami ini harus bergaul dengan mereka dan perlahan-lahan menyadarkan bahwa perbuatan mereka tidak benar.
Jujur, saya dan suami terkejut dengan jawaban mereka. Kemudian saya tanya, “Kalian yakin tidak akan tertular dengan kebiasaan buruk mereka?” Jawab mereka, “Nggak lah, Ma.” Dan mereka membuktikan kata-kata mereka meskipun mereka ada di perantauan. Inilah yang Yesus—Markus—mau ajarkan kepada kita dalam perikop ini.
Ada dua pesan rohani dari firman Tuhan hari ini. Pertama, Yesus datang untuk memanggil orang yang mau mengaku dosa. Ada banyak penyakit rohani yang kita alami dalam hidup, dan kita membutuhkan panggilan-Nya yang memulihkan melalui orang-orang pilihan-Nya. Kedua, ciri-ciri orang yang mengalami penyembuhan rohani, yaitu dibenarkan oleh Tuhan, akan langsung terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Ada keterbukaan bagi orang lain untuk datang kepada Yesus supaya beroleh selamat.
Mari buang sikap tak peduli terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Tuhan Yesus tidak memandang latar belakang kita, Dia memandang kita sebagai pribadi yang dikasihi dan dicintai. Kita semua berharga di mata-Nya
GBU (LF)