Renungan hari Rabu, 21 Januari 2026, Peringatan Wajib St. Agnes, Pekan Doa Sedunia Hari ke-4
Bacaan: 1Sam. 17:32-33,37,40-51; Mzm. 144:1,2,9-10; Mrk. 3:1-6;
Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. (Markus 3:4)
Pertanyaan Yesus disampaikan kepada orang-orang Farisi yang memang menunggu Yesus menyembuhkan orang sakit di hari Sabat untuk mempersalahkan Dia. Namun atas pertanyaan itu pula orang-orang Farisi diam tanpa bisa berkata atau berbuat apa pun.
Sering kali dalam kehidupan sehari-hari saya pun seperti orang-orang Farisi yang lebih mementingkan peraturan daripada kebutuhan sesama yang membutuhkan pertolongan. Beberapa hari yang lalu saya melihat seorang ibu naik sepeda motor, entah mengapa tiba-tiba ia oleng dan jatuh ke tepi jalan di mana ada tanda larangan untuk masuk. Mungkin ibu ini melanggar rambu karena sesuatu hal. Kondisi jalan sepi karena masih pagi, tetapi karena saya melihat ada tanda larangan masuk maka saya terus saja berlalu dengan mobil walaupun saya bisa saja berhenti di jalan sebelahnya yang tidak terdapat tanda larangan apa pun. Konyolnya saya malah berdoa semoga ada orang lain yang dapat menolong ibu tadi. Ah … saya sungguh malu karena sadar bahwa seharusnya saya bisa menolong, tetapi dengan berbagai dalih saya malah berlalu begitu saja.
Tuhan Yesus, mohon ampunilah saya yang sungguh berdosa ini. Sering kali saya berdoa agar Engkau menolong mereka yang membutuhkan pertolongan, padahal saya yang bisa menolong mereka yang berada di dekat dan bersama saya, ternyata malah meninggalkannya karena alasan-alasan dan kepentingan diri sendiri. Bimbinglah saya agar lebih mementingkan kebutuhan sesama daripada segala peraturan dan alasan apa pun yang sesungguhnya hanya buatan manusia, dan ajarilah saya memahami bagaimana meneladan kasih-Mu yang melebihi segala batas. Amin.
(VVDL)