SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Jumat, 23 Januari 2026, Pekan Doa Sedunia Hari ke-6.

Bacaan: 1Sam. 24:3-21Mzm. 57:2,3-4,6,11Mrk. 3:13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. (Mrk 3:13)

Hari ini kita mau berlajar dari Yesus bagaimana Dia memanggil para murid-Nya. Yesus mengajak mereka ke sebuah bukit yang jauh dari keramaian, bukan di tempat yang bising tapi di tempat yang lebih tinggi, lebih sunyi. Dengan demikian panggilan lahir dari keheningan bukan dari kebisingan, karena di era digital dan sosmed ini kita lebih mudah kehilangan gunung rohani kita, tempat untuk diam dan mendengarkan Tuhan.

Perikop ini juga menunjukkan bahwa Yesus tidak memilih murid-murid-Nya karena mereka sempurna atau tanpa kelemahan. Ia memilih mereka apa adanya: ada yang nelayan sederhana, ada yang pemungut cukai, bahkan ada yang kelak mengkhianati-Nya. Namun Yesus memanggil mereka untuk berjalan bersama-Nya, belajar dari-Nya, dan kemudian diutus untuk melanjutkan karya-Nya.

Pesan ini sangat relevan bagi kita yang sudah dibaptis. Kita semua dipanggil oleh Yesus, bukan karena kita sempurna, tetapi karena kasih-Nya. Panggilan itu bukan hanya untuk menjadi pengikut, tetapi juga untuk menjadi rasul zaman ini: mewartakan kabar gembira, melawan kuasa kejahatan, dan menghadirkan kasih Allah di sekitar kita.

Jadi kita tidak hanya dipanggil untuk berdoa dan berliturgi, tetapi juga untuk menjadi saksi di dalam keluarga, di tempat kerja, di masyarakat, untuk membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, merawat ciptaan, dan membangun persaudaraan. Dan Kuasa yang kita terima dari Yesus bukanlah sekadar mukjizat spektakuler, melainkan tanda bahwa Gereja harus melawan segala bentuk kejahatan: korupsi, kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan. Kuasa itu hadir setiap kali kita memilih kasih daripada kebencian, pengampunan daripada dendam, dan solidaritas daripada egoisme.

Mari kita menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari “dua belas” yang baru, menjadi saksi Kristus  kapan pun dan di mana pun kita berada. (Mm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×