SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi
Renungan Senin, 26 Januari 2026 
2Tim.1:1-8; Mzm.96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk.4:18-19; Luk.10:1-9 
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala (Lukas 10:3)
Yesus mengutus murid-murid-Nya bukan ke tempat yang nyaman, tetapi ke tengah dunia yang penuh tantangan. Gambaran anak domba di tengah serigala mengingatkan kita bahwa sebagai pengikut Kristus, kita tidak selalu berada dalam situasi yang aman dan mudah. Dalam kehidupan lingkungan, kita pun sering menghadapi perbedaan pendapat, kesalahpahaman, sikap acuh tak acuh, bahkan konflik kecil antarwarga. Namun Yesus tidak meminta kita menjadi serigala agar bisa bertahan, melainkan tetap menjadi anak domba yang membawa kasih dan damai.
Menjadi anak domba berarti hadir dengan hati yang lembut, rendah hati, dan mau mendengarkan. Kita dipanggil untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, gosip dengan gosip, atau amarah dengan amarah. Justru melalui kesabaran, kejujuran, dan kepedulian, kita menjadi saksi nyata kehadiran Kristus di lingkungan kita. Meski kadang kita merasa lemah, takut, atau tidak dihargai, Yesus menegaskan bahwa Dia sendiri yang mengutus kita. Itu berarti kita tidak berjalan sendirian.
Dalam lingkungan, kesaksian iman tidak selalu melalui kata-kata, tetapi melalui sikap hidup: saling menolong, hadir dalam kesulitan, mau mengampuni, dan menjaga persaudaraan. Dengan cara itulah Kerajaan Allah tumbuh di tengah kita. Marilah kita berani menjadi anak domba yang setia, percaya bahwa kasih Kristus mampu mengubah lingkungan kita menjadi tempat yang penuh damai dan sukacita
Bapa jadikan kami anak domba yang selalu mendengarkan kehendak-Mu dan jagalah hati kami selalu melaksanakan kehendak-Mu, Amin (BDH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×