SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Kamis 5 Februari 2026

Bacaan: 1Raj. 2:1-4,10-12; MT 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; Mrk. 6:7-13

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, (Markus 6:7)

Shalom saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Pertama kalinya mengenal “diutus berdua-dua” adalah ketika melakukan tugas kunjungan rumah sebagai salah satu kegiatan kelas SEP. Dan memang ketika dilaksanakan pergi bersama teman untuk mewartakan, rasanya tugas menjadi lebih ringan dan ada sukacita.

Ketika pergi berdua-dua, tidak merasa sendirian; ada teman yang saling menopang sehingga beban perjalanan tidak terasa berat dipikul sendirian. Dari sini saya semakin menyadari pentingnya kehadiran teman. Bahwa untuk bertumbuh saya membutuhkan keberadaan orang lain, baik dengan respons positif maupun negatif, ternyata semuanya memperkaya pengalaman hidup.

Kalau dulu saya hanya nyaman dengan teman-teman yang sudah sehati, sekarang lebih belajar untuk membuka diri, menghargai keunikan tiap pribadi, dan menerima orang lain apa adanya. Melaksanakan tugas perutusan bersama teman artinya Tuhan juga sedang mengajarkan tentang kerendahan hati, tidak merasa paling benar sendiri, kerja sama, tolong-menolong, dan segala hal yang mengarah pada kebaikan sesuai sabda Tuhan.

Saya sungguh bersyukur untuk keberadaan teman-teman: ada suka dan duka, tawa dan air mata, saling membangun dan melengkapi sehingga kehadiran Tuhan terasa nyata dalam diri masing-masing pribadi.

Doa:
Tuhan Yesus, melalui Sabda-Mu hari ini aku mau belajar untuk selalu hidup dan bertumbuh dalam komunitas. Ampunilah kesombongan dan keegoisanku. Semoga aku semakin menghargai setiap orang seperti Engkau mengasihi semua umat ciptaan-Mu. Amin. (MVLD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×