SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Rabu, 11 Februari 2026, Hari Orang Sakit Sedunia.

Bacaan: 1Raj. 10:1-10Mzm. 37:5-6,30-31,39-40Mrk. 7:14-23

“Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Markus 7:15)

Dari bacaan di atas, Yesus menegaskan bahwa bukan apa yang masuk ke mulut kita yang membuat kita najis. Sesuatu dari luar itu biasanya berupa makanan, minuman, dan hal itu tidak membuat kita menjadi najis, karena itu semua tidak masuk ke dalam hati kita, tetapi ke dalam perut dan dibuang ke jamban.

Yang menajiskan manusia, ialah pemikiran dan perbuatan kita yang timbul dari dalam hati kita dan keluar melalui mulut kita, oleh karena itu kita perlu menjaga mulut kita.

Apa yang keluar dari hati kita, pemikiran jahat, pencabulan, pembunuhan, pencurian, perzinahan, iri hati, sombong sering kali terungkap melalui mulut kita, melalui perkataan kita yang mematikan bagi orang lain, karena itu supaya mulut tidak mengeluarkan kata-kata yang jahat maka hati dan pikirian kita harus kita jaga dengan baik.

Oleh karena itu agar perbendaharaan hati kita baik dan terungkap dengan baik melalui mulut kita, maka kita perlu mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Kadang ketika kita berbicara dengan seseorang, kita dapat merasakan kalau orang itu berbicara dengan nada lemah lembut, tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu mematikan atau menyakiti hati. Karena itu mari kita benar-benar menjalin relasi yang intim dengan Tuhan, sehingga apa yang keluar dari mulut kita benar-benar dapat mencerminkan firman Tuhan yang telah Dia tanamkan dalam hati kita, dan membawa kedamaian dan kasih bagi orang di sekitar kita.

Doa :

Ya Bapa kami mau serahkan hati kami ke dalam tangan-Mu. Beri kami hati seperti hati-Mu yang selalu penuh kasih dan kedamaian. Ajar kami untuk dapat menggunakan mulut kami dengan benar sehingga apa yang keluar dari mulut kami dapat membawa kehidupan dan sukacita bagi orang lain. Biarlah firman-Mu selalu hidup dan mendasari segala tingkah laku dan perbuatan kami terhadap sesama kami. Amin. (LDC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×