Renungan Kamis 7 Mei 2026
Bacaan: Kis 15:7-21; Mzm 96:1-2a.2b-3.10; Yoh 15:9-11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (Yohanes 15:11)
Perikop Injil hari ini menceritakan perintah saling mengasihi. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya sebagaimana Bapa mengasihi Dia. Ia meminta mereka untuk tetap hidup dalam kasih itu dengan menaati perintah-Nya, seperti diri-Nya sendiri menaati perintah Bapa dan tinggal dalam kasih Bapa. Tujuannya supaya sukacita Yesus ada dalam murid-murid-Nya dan sukacita mereka menjadi penuh.
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh. 15:11)
Tuhan Yesus mengajak saya menjadikan kasih Kristus sebagai pusat tindakan saya. Ia juga menekankan bahwa kasih dan ketaatan tidak dapat dipisahkan. Tinggal dalam kasih Kristus berarti hidup taat setia pada perintah-Nya, dan buahnya adalah sukacita dan kebahagiaan sejati yang berasal dari Allah, yang menjadi kekuatan untuk menghadapi gelombang kehidupan dan kesulitan.
Bulan lalu, ibu tercinta saya dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Saat disemayamkan di rumah duka, kakak ipar saya memasang foto ibu saya di depan peti jenazah. Foto itu diambil enam tahun yang lalu pada saat pernikahan anak kakak saya.
Ketika saya, para saudara, keponakan, dan para sahabat melihat foto ibu saya, cantik penuh kasih sukacita, kami disadarkan bahwa kasih sukacita ibu saya adalah buah yang terpancar dari hati yang berakar pada kasih Kristus, yang terbentuk dari iman percaya, bersungguh-sungguh melakukan relasi dengan-Nya setiap hari, dan hidup taat selaras dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus.
Karena kasih Kristus, ibu saya menjadi sosok teladan bagi saya dan semua anak-anaknya, mantu, cucu, cucu mantu, dan buyut akan hidup berelasi dan bersandar pada Tuhan, kasih dan pengampunan, sopan, baik dalam sikap dan perkataan, serta tidak mempunyai pikiran dan hati yang jahat. Ia juga mengajarkan kami semua hidup rukun, tenang menghadapi masalah. Kalau ada persoalan rumit, minta pertolongan Tuhan Yesus Kristus, karena Ia pasti memberi pengharapan dan jalan keluar.
Tuhan Yesus Kristus, saya mengucapkan syukur dan terima kasih karena Engkau memberi kepada kami seorang ibu yang memberikan teladan kasih sukacita untuk hidup dengan sesama, berelasi setiap hari dengan-Mu, bersandar penuh, dan taat selaras dengan kehendak-Mu sehingga kami dapat berjalan penuh pengharapan melewati gelombang kehidupan. Bimbing kami, Tuhan, agar dapat senantiasa melakukan teladan ibu kami di sepanjang hidup kami. Amin.
Tuhan Yesus memberkati (Set)