Renungan Jumat, 15 Mei 2026
Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:-20-23a
Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu (Yohanes 16:22)
Dalam pergumulan hidup setiap orang seringkali disertai dengan penderitaan, dukacita dan penuh dengan kesengsaraan. Derita dan sukacita adalah dua hal yang bertolak belakang. Derita ingin segera dihindari. sukacita ingin cepat-cepat dialami. Semua orang berharap bebas dari derita dan bisa mengalami sukacita. Namun, keduanya melekat erat dalam hidup manusia. Derita dan sukacita silih berganti dalam hidup ini.
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya, kita mungkin mengalami penderitaan dan kesedihan di dunia ini, tetapi kita harus memiliki harapan akan sukacita yang kekal bersama dengan Kristus di surga. Saya teringat tahun 1998 dimana krisis moneter sedang melanda Indonesia, banyak karyawan dirumahkan termasuk saya, eh… saya malah mengandung anak ketiga (terkecil). Menjelang waktu melahirkan anak ketiga ini saya merasakan sakit yang luar biasa, bahkan saya sempat merasa takut karena bayinya cukup besar, tetapi penderitaan sejak mengandung, rasa sakit dan takut itu kemudian berubah menjadi sukacita saat melihat bayi mungil saya yang gemoy. Kebahagiaan, kesuksesan, dan pujian didapatkan oleh setiap orang ketika telah mengalami sebuah proses yang panjang, berat, dan butuh kegigihan. Yesus menjanjikan bahwa kesedihan sementara akan berganti dengan sukacita yang tak terhingga. Maka dari itu penting untuk memiliki kepercayaan yang kokoh pada Yesus, bahwa bahkan dalam penderitaan dan kesedihan, kita dapat memiliki sukacita yang sejati dalam Kristus. Kita juga dipanggil untuk hidup dalam doa yang terus-menerus, menyadari bahwa kita memiliki hubungan yang spesial dengan Bapa melalui Yesus Kristus. Oleh karena itu, Roh Kudus diperlukan untuk menguatkan dan menyempurnakan perjuangan manusiawi, sehingga manusia semakin menuju ilahi. Hari ini adalah hari permulaan Novena Pentakosta. Mari kita memohonkan kepada Tuhan agar Roh Kudus senantiasa menaungi kita agar tetap teguh dalam proses kita memperoleh kebahagiaan. Amin.( LF )