Renungan hari Kamis, 21 Mei 2026, Pekan VII Paskah.
Bacaan: Kis 22:30; 23:6-11; Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Yoh 17:20-26.
“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:21)
Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering mengalami perpecahan. Ada luka dalam keluarga, pertengkaran dalam persahabatan, konflik di tempat kerja, bahkan perbedaan di tengah komunitas iman. Dunia modern membuat manusia semakin mudah terhubung, tetapi ironisnya semakin sulit benar-benar bersatu. Banyak orang hidup berdampingan, tetapi hati mereka saling berjauhan. Persatuan sering gagal bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena terlalu besarnya ego.
Dalam renungan Katolik hari ini, Gereja mengajak kita merenungkan doa Yesus yang sangat mendalam sebelum sengsara-Nya. Dalam Yohanes 17:20-26, Yesus memanjatkan doa kepada Bapa bukan hanya untuk para murid saat itu, tetapi juga untuk kita semua yang percaya kepada-Nya sepanjang zaman. Yesus tidak meminta kekayaan bagi para murid-Nya. Ia tidak meminta kehidupan tanpa masalah. Ia juga tidak meminta agar para pengikut-Nya menjadi paling berkuasa di dunia. Sebaliknya Yesus berdoa agar mereka hidup dalam persatuan kasih.
Dalam kehidupan keluarga, persatuan lahir ketika ada kesediaan untuk mendengarkan. Dalam persahabatan, persatuan tumbuh ketika ada pengampunan. Dalam Gereja, persatuan berkembang ketika umat saling menopang dan bukan saling menjatuhkan.
Terkadang iblis tidak perlu menghancurkan Gereja dari luar. Cukup membuat umat saling membenci, saling iri, dan saling curiga. Karena itu doa Yesus hari ini tetap relevan hingga sekarang.
Sebagai orang Katolik kita dipanggil untuk hidup dalam persatuan. Kita dipanggil menjadi duta damai. (Mm)