Renungan hari Senin, 8 Juni 2026
Bacaan: 1Raj 17:1-6; Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8; Mat 5:1-12.
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8)
Banyak dari kita, termasuk saya, yang secara rutin melakukan ‘general check up’ untuk memastikan tubuh kita bebas dari sakit penyakit. Hal ini membuat saya berpikir kalau saya rutin memeriksa kondisi kesehatan tubuh fisik saya, harusnya saya juga rutin memeriksa kondisi kesehatan spiritual saya, terutama hati yang mencerminkan keseluruhan batin manusia. Apakah hati saya sehat, bersih, atau malah kotor penuh bercak dan noda yang dapat menghalangi saya untuk melihat Allah.
Menjaga kesucian hati bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak hal di sekitar kita yang dengan mudahnya dapat mengotori hati dan menjauhkan kita dari Allah. Bila kita ingin melihat Allah, kita harus berani dan tegas kepada diri sendiri. Berani berkata ‘tidak’ pada dosa, tidak bermain-main dengan dosa, dan tidak membuat ‘excuse’ dengan mengatakan “Oh, itu tidak apa-apa, itu bukan dosa” atau “Oh, Tuhan pasti mengerti” atau “Saya hanyalah manusia biasa.”
Untuk memiliki hati yang suci, kita harus mau bekerja sama dengan Allah. Allah akan memperbarui hati kita asalkan kita mau bersikap terbuka, berani melihat ke dalam hati kita, dan membuang semua penghalang seperti kesombongan, kebencian, iri hati, ketidakpedulian, dendam, sulit mengampuni, dan hal-hal negatif lainnya yang menghalangi kita melihat karya dan penyertaan Allah. Selain itu Allah juga senantiasa menantikan kita dalam Sakramen Tobat, di mana belas kasih-Nya tercurah bagi kita yang mau mengakui dosa dan memohon pengampunan-Nya.
Doa:
Ya Tuhan, anugerahkanlah kami rahmat-Mu, agar dengan hati yang bersih kami dapat melihat kehadiran-Mu, merasakan kasih-Mu, dan memancarkan kebaikan-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin. (H2W)