SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Jumat, 12 Juni 2026, Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.

Bacaan: Ul. 7:6-11Mzm. 103:1-2,3-4,6-7,8,101Yoh. 4:7-16Mat. 11:25-30.

“Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:29)

Hari ini adalah Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus, melalui perayaan hari ini kita juga hendaknya belajar dari Tuhan Yesus sendiri yang memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati. Kita diingatkan oleh peristiwa di mana Tuhan Yesus disalibkan namun Yesus sendiri menerima segala sesuatunya sebagai suatu lambang cinta kasih terbesar bagi kita semua.

Kadang-kadang dalam hidup ini banyak hal yang tidak enak yang harus kita lalui, namun ayat hari ini mengajarkan kepada kita bahwa:

Melalui kondisi-kondisi di atas kita belajar untuk menyikapi segala sesuatu-Nya sesuai dengan firman Tuhan. Ayat hari ini mengajarkan kita untuk belajar dari Tuhan dan menggunakan cara Tuhan dalam melaluinya, yaitu dengan cara belajar menjadi lemah lembut dan rendah hati yang maksudnya adalah kita belajar menerima dan menyerahkan semua kondisi yang kita alami ke tangan Tuhan.

Beberapa waktu ini saya mengalami kondisi yang tidak nyaman dan berada dalam masa sulit, saya tahu bahwa masa ini pasti saya alami, tinggal bagaimana saya menanggapinya. Apakah dengan cara saya atau dengan cara Tuhan? Ketika saya terus berpikir dan mengandalkan kekuatan saya sendiri, saya sungguh merasa lelah dan tidak sanggup lagi. Melalui ayat ini saya sadar bahwa saya punya Tuhan yang mampu menolong saya melalui masa-masa sulit ini. Dari sini saya belajar mulai menyerahkan dan menerima segala kondisi yang saya alami dan tentunya untuk menyerahkan semuanya dibutuhkan relasi (doa) kepada Tuhan dan iman yang sungguh-sungguh mau percaya kepada-Nya. Melalui doa dan iman ini Tuhan mengajarkan saya untuk bersikap lemah lembut terhadap kondisi yang saya alami dan dengan rendah hati menyadari bahwa saya tidak dapat melalui kondisi ini tanpa Tuhan.

“Ketika hidupmu terasa berat, percayalah ada tangan Tuhan yang siap menopang, tinggal bagaimana respons kita terhadap tawaran Tuhan.” (FCS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×