SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Sabtu, 18 Juli 2026

Mi 2 : 1-5; Mzm 10 : 1-2. 3-4.7-8,14; Mat 12 : 14- 21.

” la tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar  suara-Nya di jalan-jalan”  ( Matius 12:19 )   

Dalam kehidupan di era modern seperti sekarang ini, akuism menjadi prioritas utama. Kekuasaan, popularitas, gengsi menjadi ukuran kesuksesan. Tentang kasih hanya menjadi iklan dalam mencapai kesuksesan. Bacaan hari ini mengingat kan kita, bagaimana kita bersikap dalam menghadapi situasi dan kondisi di era modern ini, jangan sampai hakikat kita sebagai pengikut Yesus Sang Hamba tergerus oleh arus Zaman. Injil hari ini memperkenalkan kita kepada sosok Hamba Tuhan, yang identik dengan kerendahan, ketidakberdayaan, ketertindasan di mata dunia. Siapakah Hamba Tuhan yang di maksud? Dia – lah Yesus Kristus sendiri. Jika kita meneladani mentalitas dunia ?! Hamba ini sangat lemah, Dia tidak mencari panggung, tidak melaksanaan kehendak dengan kekerasan, dan tidak menuntut untuk di hormati secara berlebihan.
Untuk bisa menjadi hamba, dan meneladani-Nya sebagai hamba, hendaklah kita berani mengambil sikap:
* Berlaku lemah lembut: Di zaman yang penuh amarah, rasa saling menyalahkan begitu mudah terjadi. Kita di panggil untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan, kita di ajak untuk tidak menjadi batu sandungan, melainkan menjadi pembawa damai bagi mereka yang sedang patah dan pupus harapannya.
* Menjadi pengikut Kristus berarti bersedia menjadi hamba bagi sesama: Pelayanan kita bukan untuk mencari pujian manusia melainkan untuk menyatakan kemuliaan Allah. Dengan berpegang pada Yesus  Sang Hamba dan siap meneladani-Nya,
Semoga kita bisa menjadi pelayan yang baik di tengah-tengah keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat secara luas. Selalu memohon kepada Allah, semoga Roh-Nya selalu memenuhi hidup kita, semoga melalui kita kasih-Nya mampu di rasakan oleh mereka yang membutuhkan
Allah Bapa yang maha baik, syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu, atas segala kemurahan-Mu. Allah Bapa di Sorga, Kami mohon, curahkanlah Roh-Mu, atas diri kami, dampingilah di setiap kegiatan kami di tengah hirup pikuknya dunia ini, agar kami mampu menjadi hamba yang baik dan lemah lembut dalam melayani sesama, sehingga rencana-Mu, terjadi dalam hidup kami. Demi Kristus pengantara kami. Amin (AJS )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×