SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Harian, 1 Agustus 2026

Bacaan: Yer 26:11-16.24; Mzm 69:15-16.30-31.33-34; Mat 14:1-12

Ayat renungan:

“Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah lakumu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.” (Yer. 26:13)

Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Ketika mengalami ditegur atau diingatkan oleh seseorang atas suatu kesalahan, sering kali reaksi saya yang pertama muncul adalah tidak suka dan berusaha mencari alasan pembenaran.

Memang, tidak suka akan teguran adalah salah satu kecenderungan ego manusia yang selalu menganggap dirinya paling benar. Sehingga saya justru sering berpikir negatif, menganggap orang yang memperingatkan tersebut iri hati, munafik, atau bersikap sok peduli.

Memang tidak mudah bagi orang untuk menyuarakan kebenaran, terlebih kebenaran Tuhan yang sejati, seperti yang dialami oleh Nabi Yeremia dan Yohanes yang menderita karena menyampaikan suara Tuhan. Sebab, di dunia yang dikuasai kegelapan ini, orang justru membenci terang yang menuntun pada keselamatan. Demikian juga dahulu saya selalu menjauhi persekutuan Kristiani karena merasa di komunitas ini banyak orang yang reseh dan bermuka dua, suka memperingatkan orang lain, padahal dirinya sendiri juga tidak becus.

Namun, Tuhan sungguh baik, panjang sabar, dan besar kasih setia-Nya. Meskipun dahulu saya sering menolak teguran Tuhan melalui sesama, Roh Kudus tetap bekerja melunakkan hati yang keras dan sombong, yang menutup diri dari jamahan kasih Tuhan. Sehingga ketika di suatu kesempatan saya mendapat teguran, ternyata reaksi saya bisa menerimanya dengan lapang dada. Bahkan, saya bisa merasakan ketulusan kepedulian orang tersebut dalam memperhatikan pertumbuhan kerohanian saya.

Justru sekarang saya merasa berterima kasih kepada orang-orang yang dahulu dengan berani mengingatkan, menegur, dan memperbaiki perilaku saya dengan tidak bosan-bosannya mewartakan Injil kepada saya melalui teladan perbuatan dan perkataan mereka. Kepedulian mereka membuat saya terluput dari kesalahan-kesalahan yang lebih fatal, dan teguran mereka seperti rambu-rambu yang menjaga agar jalan saya tetap lurus.

Doa:

Tuhan Yesus, semoga di dalam hubungan dengan sesama, kami bisa saling peduli satu sama lain, mengembangkan sikap tolong-menolong, dan tidak egois. Semuanya ini bersumber dari kasih-Mu yang sejati, yang terus mengalir dan mengubah hidup kami, sehingga kami semakin diubahkan serupa Kristus, Tuhan Juru Selamat kami. Amin. (MVLD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×