SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Senin, 31 Agustus 2026, Pekan Biasa XXII.

Bacaan: 1Kor 2:1-5Mzm 119:97.98.99. 100.101.102Luk 4:16-30.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;” (Lukas 4:18)

Dalam bacaan injil hari ini Yesus kembali ke kampung halaman-Nya di Nazaret. Yesus diberi kesempatan untuk berkhotbah di sinagoga. Yesus membacakan nubuat Nabi Yesaya tentang tahun rahmat Tuhan yang telah datang. Kabar baik bagi orang miskin, pembebasan bagi orang yang tertawan, penglihatan bagi yang buta, dan pembebasan bagi orang-orang yang tertindas.

Orang-orang Nazaret tentunya sudah mendengar tentang karya Yesus di tempat lain. Apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sungguh telah digenapi. Namun mereka sulit menerima ketika Yesus mengatakan bahwa nubuat itu digenapi dalam diri-Nya. Bagi mereka Yesus adalah seorang yang biasa saja. Mereka mengenal orang tua dan saudara-saudara Yesus. Menurut mereka tidak mungkin nubuat yang besar itu ditujukan kepada Yesus. Keluarga Yesus bukanlah orang yang berpengaruh di Nazaret. Yesus mengingatkan mereka dengan mengatakan bahwa tidak ada nabi yang dihormati di tempat asalnya. Namun mereka begitu kecewa dan menolak Yesus.

Walau kehadiran-Nya ditolak, bahkan karya-Nya diragukan, hingga diri-Nya mau dilemparkan dari atas tebing, Yesus sedikit pun tidak gentar. Ia tidak mau menyerah pada situasi tersebut. Bagi-Nya Kerajaan Allah mesti segera dihadirkan di tengah kehidupan ini.

Sama seperti Yesus ditolak oleh penduduk Nazaret karena Ia memberitakan injil tentang Kerajaan Allah, demikian pula Paulus ditolak oleh penduduk Korintus karena ia memberitakan injil tentang Yesus Kristus. Menanggapi penolakan orang banyak, baik Yesus maupun Paulus tidak patah semangat melainkan tetap tegar dalam memberitakan injil karena mereka mengandalkan kekuatan Allah.

Sejak zaman dahulu sampai saat ini, cukup banyak pemberita injil yang mengandalkan kata-kata hikmat untuk meyakinkan para pendengar, mereka berpendapat bahwa kesuksesan pemberitaan injil bergantung pada keahlian mereka berkhotbah. Padahal dalam memberitakan injil baik Yesus maupun Paulus mengandalkan kekuatan Allah daripada keahlian manusia.

Maka berdasarkan pesan dari bacaan pertama dan injil hari ini, baiklah kita merenungkan sejauh mana kita lebih mengandalkan kekuatan Allah dalam memberitakan injil. Apakah kita kecewa dan putus asa saat ditolak ketika mewartakan nilai-nilai Kerajan Allah?

(MLEN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×