SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Kamis, 17 September 2026

Kor 15 : 1 – 11 ,  Mzm 118 : 1 – 2. 16a – 17. 28; Luk 7 : 36 – 50

 Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, “Dosamu telah diampuni.” ( Lukas 7:48 )

Dalam bacaan injil hari ini, tergambar jelas, bagaimana sikap orang Farisi dan wanita yang membasuh kaki Yesus dan meminyaki kaki Yesus, serta sikap Simon.  Sikap orang Farisi penuh selidik dan mencari kesalahan orang lain, merasa dirinya lebih benar dan suci. Sedangkan sikap wanita ini, menunjukkan kasihnya kepada Tuhan Yesus dan dengan rendah hati membasuh dan meminyaki kaki Tuhan Yesus. Sedangkan sikap Simon biasa saja, cenderung pasif.

Mari kita merenungkan bersama, bagaimana sikap kita. Mungkin sikap kita lebih sering seperti orang Farisi, kita dengan mudah menghakimi, membicarakan dan menilai orang lain. Kita merasa lebih sedikit dosa, atau malah merasa tidak memiliki dosa. Atau mungkin sikap kita seperti sikap Simon, yang kurang peduli akan kehadiran Tuhan Yesus, dan merasa sudah mengasihi Tuhan Yesus. Padahal dengan menghakimi orang lain dan merasa diri kita lebih suci, kita telah jatuh dalam dosa. Dan dengan sikap kurang peduli kita akan kehadiran Tuhan Yesus, juga mencermikan kurangnya kasih kita kepada Tuhan Yesus. Sedangkan sikap wanita ini menunjukkan, bahwa ia mengasihi Tuhan Yesus. Terlihat sekali perbuatannya yang penuh kerendahan hati dan penuh kasih. Wanita ini merasa dirinya berdosa, dan dia tahu Tuhan Yesus-lah satu satunya yang dapat menyelamatkannya. Ia memberikan persembahan kasihnya dengan membasuh kaki Tuhan Yesus dan meminyaki kaki Tuhan Yesus. Perbuatan kasih yang dia lakukan, meluap dari rasa syukur akan pengampunan yang dia terima. Wanita ini merasa Tuhan Yesus telah menyelamatkannya, dosanya telah diampuni dan dia ingin memberikan yang terbaik buat Tuhan Yesus.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah memberikan yang terbaik buat Tuhan Yesus dan menyadari bahwa kita orang berdosa yang telah Tuhan Yesus selamatkan? Sering kali kita kurang fokus akan kehadiran Tuhan Yesus, sering kita lupa bahwa kita adalah orang orang berdosa. Kita lupa, bahwa jika kita mengasihi Tuhan Yesus dan menyadari kita telah di selamatkan, maka kita akan memiliki sikap rendah hati dan mengasihi Tuhan Yesus serta sesama kita. Karena kasih-Nya yang tulus, kita terbebas dari dosa. Karena kasih-Nya kepada kita, Tuhan Yesus menyelamatkan kita. Kini kita perlu menyadari lebih dan merasakan bahwa kita telah di bebaskan dari dosa, maka kita perlu belajar untuk mau di tuntun Roh Kudus agar kita di penuhi kasih dan kerendahan hati yang meluap dari rasa syukur kita. Mari kita rindukan, kata kata Tuhan Yesus kepada kita : “dosamu telah diampuni” dengan mau mengasihi Tuhan Yesus dan sesama

Ya Yesus, terima kasih atas rahmad dan anugerah keselamatan yang Engkau berikan pada kami. Terima kasih atas pengampuan yang Kau berikan atas segala dosa dosa kami. Kini kami percaya, bahwa Engkau akan menambah iman kami, selama kami mau percaya penuh akan kasih-Mu, dan percaya bahwa Engkau telah mengampuni segala dosa dan kesalahan kami. Kami mau mengikut dan melakukan kehendak-Mu. Kami percaya akan janji-Mu, karena Engkaulah Allah Tuhan kami yang berkuasa, kini dan selama lamanya. Amin. ( IJW )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×