Renungan Jumat, 18 September 2026
1 Kor.15:12-20; Mzm.17:1.6-7.8b.15; Mat.11:25; Luk.8:1-3
Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka (Lukas 8:3)
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa untuk memberitakan Kerajaan Allah. Yang menarik, Yesus tidak berjalan sendirian. Ada para rasul dan juga beberapa perempuan yang mengikuti-Nya. Mereka melayani dan mendukung pelayanan Yesus dengan apa yang mereka miliki. Di antara mereka ada Maria Magdalena, Yohana, Susana, dan banyak perempuan lainnya. Mereka pernah mengalami pertolongan dan kasih Tuhan dalam hidup mereka. Karena itu, mereka tidak hanya menerima kasih Tuhan, tetapi terdorong untuk membalasnya dengan pelayanan.
Sering kali kita berpikir bahwa melayani Tuhan harus dengan sesuatu yang besar. Kita mungkin berkata, “Saya tidak punya kemampuan, tidak punya banyak waktu, atau tidak punya sesuatu yang istimewa untuk diberikan.”Namun Injil hari ini menunjukkan bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam karya Tuhan sesuai dengan apa yang dimilikinya. Ada yang melayani dengan tenaga, ada yang dengan waktu, ada yang dengan kemampuan, ada yang dengan harta, ada pula yang hanya dengan perhatian, doa, dan kesediaan mendengarkan orang lain.Dalam kehidupan sehari-hari, seorang ibu yang dengan sabar mendampingi keluarganya, seorang ayah yang bekerja dengan jujur untuk keluarganya, seorang anak yang merawat orang tuanya, atau seorang umat yang dengan setia hadir dan membantu dalam pelayanan Gereja—semuanya dapat menjadi bentuk pelayanan kepada Tuhan. Yang penting bukan seberapa besar yang kita berikan, tetapi dengan hati seperti apa kita memberikannya. Kadang-kadang kita melayani karena ingin dihargai, dipuji, atau dianggap penting. Injil mengajak kita kembali kepada motivasi yang benar: kita melayani karena kita sudah lebih dahulu mengalami kasih dan kebaikan Tuhan.
Maka hari ini marilah kita bertanya kepada diri sendiri:”Apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup saya, dan apa yang dapat saya berikan kembali kepada Tuhan melalui sesama?”Jangan menunggu sampai kita mempunyai banyak. Mulailah dengan apa yang ada pada kita sekarang. Karena di mata Tuhan, pelayanan yang dilakukan dengan kasih, ketulusan, dan hati yang bersyukur tidak pernah menjadi sesuatu yang kecil.
Tuhan Yesus, terima kasih atas segala kasih dan kebaikan-Mu dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk tidak hanya menerima berkat-Mu, tetapi juga mau menjadi berkat bagi orang lain. Berikan kami hati yang tulus untuk melayani, bukan untuk mencari pujian, tetapi karena kami mengasihi-Mu. Amin.(BDH)