Renungan Minggu, 4 Oktober 2026
Bacaan: Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43.
“Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Flp. 4:6)
Ke pasar, harga cabai naik. Harga daging ayam naik.
Tagihan jalan terus.
Pekerjaan makin susah.
Sering kita mendengar orang-orang berkata, “In this economy, mana bisa?”
In this economy, mana bisa kita tidak khawatir? Takut ini, takut itu, biaya ini mahal, dan lain sebagainya. Semua itu membuat kita khawatir akan hari-hari yang akan kita lewati.
Wajar kalau kita khawatir. Bagaimana nanti masa depan kita?
Namun, melalui ayat ini, kita dikuatkan bahwa kita memiliki Allah yang hebat, Allah yang lebih besar daripada segala masalah yang kita khawatirkan. Bukan berarti kita harus berpura-pura tidak memiliki masalah, tetapi yang perlu diingat adalah jangan menjadikan masalah atau kekhawatiran kita sebagai “BOS” dalam hidup kita.
Bukankah kita memiliki “BOS” yang selalu setia menyertai kita, yang selalu siap mendengarkan segala kekhawatiran kita melalui doa-doa yang kita panjatkan?
Dia tidak menjanjikan bahwa masalah kita akan langsung selesai atau harga cabai akan langsung turun. Namun, Dia akan memberi kita kekuatan untuk melewati semua ini. Dia pula yang akan mencukupkan kebutuhan kita.
Karena itu, kita perlu mengubah kekhawatiran kita menjadi rasa syukur.
Bersyukur karena hari ini kita masih dapat bernapas, masih bisa makan, anak-anak kita bisa bersekolah, dan kita masih bisa melayani Tuhan.
Mari, saudara-saudara, “in this economy”, uang bisa habis, pekerjaan bisa hilang, dan harga-harga bisa naik. Namun, yang perlu kita ingat adalah bahwa dalam keadaan apa pun, jika sumber damai kita adalah Tuhan, kita tidak akan pernah kekurangan. Percayalah bahwa Tuhan akan mencukupkan kebutuhan kita. Kita percaya bahwa kasih-Nya selalu ada bagi kita, tangan-Nya selalu menopang kita, dan telinga-Nya selalu mendengarkan kita.
Jadi, marilah kita membawa semua kekhawatiran kita dalam doa dan percaya bahwa penyertaan-Nya selalu ada dalam setiap langkah hidup kita.
Doa:
Bapa, kami tahu bahwa “in this economy”, tidak semua hal berjalan baik-baik saja. Namun, kami percaya bahwa Engkau selalu ada bagi kami.
Kami mau menyerahkan segala kekhawatiran kami, keuangan kami, dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Kami percaya bahwa Engkaulah Allah yang menyediakan dan mencukupkan kebutuhan kami.
Gantilah segala ketakutan kami dengan rasa syukur, damai, dan kasih yang berasal dari-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. (LDC)