Renungan Selasa 22 Juni 2021
Bacaan: Kej. 13:2,5-18; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mat. 7:6,12-14
Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. (Matius 7:14)
Mengapa manusia sering menjalani hidupnya dalam keluh kesah ketika menghadapi pelbagai masalah, pencobaan atau kesusahan yang dialaminya? Karena mereka salah dalam membuat pilihan dan juga keputusan-keputusan dalam hidupnya yang kesemuanya bergantung pada diri sendiri. Jika kita menempatkan Tuhan dan kehendak-Nya sebagai yang terutama dalam hidup ini, itulah keputusan dan pilihan hidup yang benar, dan kita akan melihat kehidupan dan mengalami berkat Tuhan.
Sahabat, ketika terjadi perselisihan antara gembala Lot dan Abraham (Kejadian 13:8), Abraham memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih terlebih dahulu daerah penggembalaannya. Abraham tidak takut Lot mendapatkan tempat yang jauh lebih baik dari dirinya karena ia percaya kepada Tuhan dan kehendak-Nya (Matius 7:12). Inilah bukti bahwa Abraham telah membuat keputusan dan pilihan hidup yang benar.
Injil hari ini mengingatkan kita: “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan.” (Matius 7:13). Mana yang Saudara pilih? Pilihan kita hari ini akan menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang. Kalau sampai salah dalam menentukan pilihan hidup, akibatnya akan teramat fatal. Sebagai orang percaya kita harus dengan sukarela mengambil keputusan mengikuti jalan Tuhan, sekalipun sesak dan sempit. Jangan pernah terbuai dengan apa yang tampak indah menurut mata jasmaniah, tetapi pastikan bahwa yang kita pilih adalah pilihan yang benar dan sesuai kehendak Tuhan.
Sahabat, ketidakhati-hatian dalam membuat pilihan dan keputusan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tanpa berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan dan melibatkan Dia, seringkali menjadi penyebab terciptanya masalah dalam hidup kita. Bukan keberhasilan, keberuntungan dan kebahagiaan yang kita dapatkan, melainkan kegagalan demi kegagalan.
Ingat! Sejauh mana kita mempercayai Tuhan untuk terlibat di dalam hidup ini, sejauh itu pula kuasa Tuhan akan bekerja di dalam hidup kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua. (FHM)