<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sentra Evangelisasi Pribadi St Yohanes</title>
	<atom:link href="https://www.sepsurabaya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sepsurabaya.com</link>
	<description>SEP St Yohanes Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 15:14:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.sepsurabaya.com/wp-content/uploads/2024/04/cropped-SEP-Logo-Hitam-32x32.png</url>
	<title>Sentra Evangelisasi Pribadi St Yohanes</title>
	<link>https://www.sepsurabaya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>In This Economy</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/04/in-this-economy/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/04/in-this-economy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 17:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18085</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Minggu, 4 Oktober 2026 Bacaan: Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43. “Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Flp. 4:6) Ke pasar, harga cabai naik. Harga daging ayam naik. Tagihan jalan terus. Pekerjaan makin susah. Sering kita mendengar orang-orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Minggu, 4 Oktober 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yes5:1-7;" target="_blank" rel="noopener">Yes. 5:1-7</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm80:9;Mzm80:12;Mzm80:13-14;Mzm80:15-16;Mzm80:19-20;" target="_blank" rel="noopener">Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Flp4:6-9;" target="_blank" rel="noopener">Flp. 4:6-9</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mat21:33-43;" target="_blank" rel="noopener">Mat. 21:33-43</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Flp. 4:6)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ke pasar, harga cabai naik. Harga daging ayam naik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tagihan jalan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan makin susah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering kita mendengar orang-orang berkata,<em> “In this economy, mana bisa?”</em></p>
<p style="text-align: justify;">In this economy, mana bisa kita tidak khawatir? Takut ini, takut itu, biaya ini mahal, dan lain sebagainya. Semua itu membuat kita khawatir akan hari-hari yang akan kita lewati.</p>
<p style="text-align: justify;">Wajar kalau kita khawatir. Bagaimana nanti masa depan kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, melalui ayat ini, kita dikuatkan bahwa kita memiliki Allah yang hebat, Allah yang lebih besar daripada segala masalah yang kita khawatirkan. Bukan berarti kita harus berpura-pura tidak memiliki masalah, tetapi yang perlu diingat adalah jangan menjadikan masalah atau kekhawatiran kita sebagai “BOS” dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah kita memiliki “BOS” yang selalu setia menyertai kita, yang selalu siap mendengarkan segala kekhawatiran kita melalui doa-doa yang kita panjatkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Dia tidak menjanjikan bahwa masalah kita akan langsung selesai atau harga cabai akan langsung turun. Namun, Dia akan memberi kita kekuatan untuk melewati semua ini. Dia pula yang akan mencukupkan kebutuhan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, kita perlu mengubah kekhawatiran kita menjadi rasa syukur.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukur karena hari ini kita masih dapat bernapas, masih bisa makan, anak-anak kita bisa bersekolah, dan kita masih bisa melayani Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari, saudara-saudara, &#8220;<em>in this economy&#8221;,</em> uang bisa habis, pekerjaan bisa hilang, dan harga-harga bisa naik. Namun, yang perlu kita ingat adalah bahwa dalam keadaan apa pun, jika sumber damai kita adalah Tuhan, kita tidak akan pernah kekurangan. Percayalah bahwa Tuhan akan mencukupkan kebutuhan kita. Kita percaya bahwa kasih-Nya selalu ada bagi kita, tangan-Nya selalu menopang kita, dan telinga-Nya selalu mendengarkan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, marilah kita membawa semua kekhawatiran kita dalam doa dan percaya bahwa penyertaan-Nya selalu ada dalam setiap langkah hidup kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bapa, kami tahu bahwa <em>&#8220;in this economy&#8221;</em>, tidak semua hal berjalan baik-baik saja. Namun, kami percaya bahwa Engkau selalu ada bagi kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami mau menyerahkan segala kekhawatiran kami, keuangan kami, dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Kami percaya bahwa Engkaulah Allah yang menyediakan dan mencukupkan kebutuhan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Gantilah segala ketakutan kami dengan rasa syukur, damai, dan kasih yang berasal dari-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. (LDC)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/04/in-this-economy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukacita Sejati</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/03/sukacita-sejati-2/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/03/sukacita-sejati-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 17:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18077</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Sabtu, 3 Oktober 2026 Bacaan: Ayb 42:1-3.5-6.12-16; Mzm 119:66.71.75.91.125.130; Luk 10:17-24.  “Namun demikian, janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Luk. 10:20) Ketika para murid kembali dari misi mereka dengan penuh antusiasme dan kebanggaan karena roh-roh jahat takluk kepada mereka, Yesus memberikan teguran halus yang sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Sabtu, 3 Oktober 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Ayb42:1-3;Ayb42:5-6;Ayb42:12-16;" target="_blank" rel="noopener">Ayb 42:1-3.5-6.12-16</a><strong>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm119:66;Mzm119:71;Mzm119:75;Mzm119:91;Mzm119:125;Mzm119:130;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 119:66.71.75.91.125.130</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk10:17-24;" target="_blank" rel="noopener">Luk 10:17-24</a>. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Namun demikian, janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Luk. 10:20)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika para murid kembali dari misi mereka dengan penuh antusiasme dan kebanggaan karena roh-roh jahat takluk kepada mereka, Yesus memberikan teguran halus yang sangat penting. Yesus tidak melarang mereka merayakan keberhasilan, tetapi mengalihkan fokus mereka dari apa yang berhasil mereka lakukan kepada siapa diri mereka di hadapan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering kali, kita pun terjebak dalam ukuran keberhasilan duniawi atau bahkan kesombongan rohani. Kita merasa hebat ketika doa dikabulkan, pelayanan berjalan sukses, pencapaian kita luar biasa, atau ketika kita dipuji orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ayat di atas mengingatkan kita bahwa pencapaian, jabatan, kekayaan, popularitas, ataupun kemampuan yang hebat bukanlah jaminan utama. Semuanya itu dapat membuat kita merasa senang dan bangga, tetapi sifatnya hanya sementara. Sukacita sejati seorang beriman tidak terletak pada kehebatan atau karunia luar biasa yang dimiliki, melainkan pada anugerah keselamatan, yaitu kenyataan bahwa Allah mengenal kita secara pribadi dan nama kita tercatat dalam kasih-Nya yang abadi di surga.</p>
<p style="text-align: justify;">Doa:</p>
<p style="text-align: justify;">Yesus, terima kasih atas rahmat keselamatan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Ajarlah kami untuk selalu menjaga kerendahan hati agar sukacita hidup kami senantiasa berakar pada kepastian bahwa nama kami tercatat dalam Kerajaan-Mu. Amin.</p>
<p style="text-align: justify;">(H2W)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/03/sukacita-sejati-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyertaan Istimewa</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/02/penyertaan-istimewa/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/02/penyertaan-istimewa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18082</guid>

					<description><![CDATA[Renungan, Jumat 2 Oktober 2026 Bacaan: Kel 23:20-23a; Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11; Mat 18:1-5.10.  “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” (Mat. 18:10) Dalam dua hari ini, Tuhan mengajarkan kepada kita agar menjadi seperti anak kecil yg percaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan, Jumat 2 Oktober 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Kel23:20-23;" target="_blank" rel="noopener">Kel 23:20-23a</a><strong>; </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm91:1-2;Mzm91:3-4;Mzm91:5-6;Mzm91:10-11;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11</a><strong>; </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mat18:1-5;Mat18:10;" target="_blank" rel="noopener">Mat 18:1-5.10</a><strong>. </strong></p>
<p style="text-align: center;">
<em>“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” (Mat. 18:10)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dua hari ini, Tuhan mengajarkan kepada kita agar menjadi seperti anak kecil yg percaya dan bergantung penuh kepada bapa-nya, memiliki kerendahan hati untuk menyerahkan segalanya tanpa mengandalkan diri sendiri, selalu senang berada dekat dengan orang tuanya, dan bahagia dengan hal-hal sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita memiliki sikap hati seperti itu, Tuhan menjanjikan malaikat pelindung yang berjalan di sisi kita sepanjang musim kehidupan kita. Itulah penyertaan istimewa yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak-anak-Nya. Bahkan, dalam bacaan pertama dikatakan bahwa malaikat pelindunglah yang berjalan di depan kita untuk menjadi penuntun dan pelindung kita terhadap musuh-musuh kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat, ketika saya berdoa memohon pekerjaan yang dapat membantu perekonomian keluarga, yang datang justru pelayanan demi pelayanan. Pada awalnya, saya sempat khawatir dan bingung. Namun, ketika saya semakin mencari kehendak Tuhan, saya merasa ada yang menuntun saya untuk tetap setia dan melaksanakan tugas pelayanan dengan baik, tanpa merasa khawatir akan masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puji Tuhan, dalam minggu-minggu ini, ketika tugas pelayanan saya sudah tidak banyak, saya mulai bisa kembali menjalankan usaha saya. Saya merasa bahwa itulah peran malaikat pelindung dalam menuntun saya menuju jalan dan waktu yang tepat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan, bimbinglah kami selalu agar tidak berjalan menurut kehendak kami sendiri, tetapi senantiasa berjalan di jalan-Mu melalui tuntunan malaikat pelindung kami. Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/02/penyertaan-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merendahkan Diri seperti Anak Kecil</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/01/merendahkan-diri-seperti-anak-kecil/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/01/merendahkan-diri-seperti-anak-kecil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 17:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18080</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Kamis, 1 Oktober 2026 Bacaan: Yes. 66:10-14b atau 1 Kor. 12:31-13:13; Mzm. 131:1,2,3; Mat. 18:1-5. “Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.” (Mat. 18:4) Shalom, Dalam bacaan hari ini, kitab Yesaya mengatakan bahwa Tuhan mengalirkan keselamatan seperti sungai. Namun, dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus berkata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Kamis, 1 Oktober 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan:</strong> <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yes66:10-14;" target="_blank" rel="noopener">Yes. 66:10-14b</a> atau <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=1Kor12:31-99;1Kor13:1-13;" target="_blank" rel="noopener">1 Kor. 12:31-13:13</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm131:1;Mzm131:2;Mzm131:3;" target="_blank" rel="noopener">Mzm. 131:1,2,3</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mat18:1-5;" target="_blank" rel="noopener">Mat. 18:1-5</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.” (Mat. 18:4)</em></p>
<p>Shalom,</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bacaan hari ini, kitab Yesaya mengatakan bahwa Tuhan mengalirkan keselamatan seperti sungai. Namun, dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus berkata bahwa untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga atau menerima keselamatan, kita harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Jadi, sekalipun keselamatan dialirkan seperti sungai, tetap ada syarat untuk memperolehnya. Mengapa Tuhan Yesus memberikan gambaran tentang seorang anak kecil?</p>
<p style="text-align: justify;">Menjadi seperti anak kecil bukan berarti bersikap kekanak-kanakan, melainkan memiliki sifat ketergantungan kepada orang tua. Kita perlu menyadari bahwa keselamatan adalah anugerah yang diberikan oleh Allah. Tanpa Tuhan, kita tidak akan bisa selamat. Kita membutuhkan Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri diingatkan ketika melihat anak kecil yang selalu bergantung pada orang tuanya, membutuhkan pertolongan dan perlindungan dari mereka. Namun, semakin dewasa, banyak orang mulai kehilangan sifat tersebut dan merasa tidak lagi membutuhkan orang tua. Mereka merasa semua hal bisa diatasi sendiri, merasa diri hebat, dan menjadi sombong.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita semua kembali diingatkan bahwa sepanjang hidup kita, tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jadilah seperti anak kecil yang selalu bergantung dan percaya kepada Bapa, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Yesus memberkati.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih. (DI)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/10/01/merendahkan-diri-seperti-anak-kecil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siap Diutus</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/30/siap-diutus/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/30/siap-diutus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 01:15:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18075</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Rabu, 30 September 2026 Bacaan: Ayb 9:1-12.14-16; Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15; Luk 9:57-62 “Namun Engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah.” (Luk. 9:60b) Setiap kita mengikuti misa, baik misa harian maupun misa-misa besar, selalu pada akhir misa Romo mengatakan, “Pergilah, kamu diutus,” dan umat serentak menjawab, “Amin.” Kita tanpa sadar dengan cepat menjawab “Amin”, mungkin karena kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Rabu, 30 September 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Ayb9:1-12;Ayb9:14-16;" target="_blank" rel="noopener">Ayb 9:1-12.14-16</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm88:10-11;Mzm88:12-13;Mzm88:14-15;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk9:57-62;" target="_blank" rel="noopener">Luk 9:57-62</a></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Namun Engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah.” (Luk. 9:60b)</em></p>
<p>Setiap kita mengikuti misa, baik misa harian maupun misa-misa besar, selalu pada akhir misa Romo mengatakan,<em> “Pergilah, kamu diutus,” dan umat serentak menjawab, “Amin.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kita tanpa sadar dengan cepat menjawab “Amin”, mungkin karena kita bersukacita karena misa sudah selesai dan kita bisa segera melanjutkan ke acara kita. Dari ayat ini, kita diingatkan bahwa Tuhan mengutus kita untuk memberitakan Kerajaan Allah dan mewartakan kabar sukacita yang sudah kita dapatkan melalui santapan rohani saat misa kepada setiap orang yang kita jumpai. Kita disadarkan bahwa setiap kita mempunyai tugas perutusan yang sama untuk memberitakan Kerajaan Allah melalui panggilan hidup kita masing-masing. Baik kita sebagai pewarta, sebagai pemimpin, sebagai pegawai, maupun sebagai ibu rumah tangga, tugas perutusan bukan hanya tanggung jawab biarawan dan biarawati saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita yang telah menerima rahmat pembaptisan siap untuk melakukan tugas perutusan memberitakan Kerajaan Allah kepada setiap orang yang kita jumpai dengan tulus dan penuh semangat agar kemuliaan Tuhan semakin besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Doa:</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Bapa yang penuh kasih, ampunilah kami, orang berdosa, yang terkadang mengikuti misa hanya sebagai kewajiban dan bukan kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu. Kiranya Roh Kudus terus memampukan setiap kami untuk benar-benar penuh semangat dan siap diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/30/siap-diutus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanpa Kepalsuan di Hadapan Allah</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/29/tanpa-kepalsuan-di-hadapan-allah/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/29/tanpa-kepalsuan-di-hadapan-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 17:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18073</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Selasa, 29 September 2026 Bacaan: Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5; Yoh 1:47-51. &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; (Yohanes 1:47b) Dalam bacaan hari ini, kita semua bisa melihat bagaimana Yesus memuji Natanael sebagai seorang Israel sejati setelah ia dibawa oleh Filipus. Natanael, yang dikenal juga sebagai Bartolomeus, dikatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Selasa, 29 September 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan:</strong> <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Dan7:9-10;Dan7:13-14;" target="_blank" rel="noopener">Dan 7:9-10.13-14</a> atau <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Why12:7-12;" target="_blank" rel="noopener">Why 12:7-12a</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm138:1-2;Mzm138:2-3;Mzm138:4-5;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yoh1:47-51;" target="_blank" rel="noopener">Yoh 1:47-51</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; (Yohanes 1:47b)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bacaan hari ini, kita semua bisa melihat bagaimana Yesus memuji Natanael sebagai seorang Israel sejati setelah ia dibawa oleh Filipus. Natanael, yang dikenal juga sebagai Bartolomeus, dikatakan sebagai orang Israel yang sejati karena tidak ada kepalsuan dalam dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita mengartikan apa itu Israel, jawabannya sederhana: <em>Israel berarti umat pilihan Allah.</em> Dari sini, kita dapat merenungkan bagaimana Allah begitu menghargai kejujuran sejati Natanael.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dapat menjadi refleksi bagi kita semua. Apakah kita sudah datang kepada Allah dengan jujur? Atau, apakah kita masih takut menunjukkan kejujuran kepada Allah, terutama saat sedang mengalami krisis iman? Bukankah Allah justru sangat senang jika kita datang kepada-Nya apa adanya, seperti ketika Ia melihat Natanael yang tanpa kepalsuan dan apa adanya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Doa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Bapa yang Mahakasih, syukur kami haturkan kepada-Mu atas Sabda-Mu yang mengingatkan kami untuk berani hadir di hadapan-Mu dengan penuh kejujuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapa, kami menyadari bahwa mungkin kami begitu takut atau malu ketika harus mengakui kelemahan kami di hadapan-Mu. Kiranya, ya Bapa, Engkau memampukan kami dengan rahmat Roh Kudus-Mu agar kami memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan dan kerapuhan kami, terutama di hadapan-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua ini kami haturkan kepada-Mu demi kemuliaan-Mu dan demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin (ABW)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/29/tanpa-kepalsuan-di-hadapan-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ya dan Ya</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/27/ya-dan-ya/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/27/ya-dan-ya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 18:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18068</guid>

					<description><![CDATA[Renungan hari Minggu, 27 September 2026, Hari Minggu Biasa XXVI. Bacaan: Yeh. 18:25-28; Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9; Flp. 2:1-11 (panjang) atau Flp. 2:1-5 (singkat); Mat. 21:28-32. “Siapakah diantara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” jawab mereka, “Yang terakhir”. Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para perempuan pelacur akan mendahului kamu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Renungan hari Minggu, 27 September 2026, Hari Minggu Biasa XXVI.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan: <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yeh18:25-28;">Yeh. 18:25-28</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm25:4-5;Mzm25:6-7;Mzm25:8-9;">Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Flp2:1-11;">Flp. 2:1-11</a> (panjang) atau <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Flp2:1-5;">Flp. 2:1-5</a> (singkat); <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mat21:28-32;">Mat. 21:28-32</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Siapakah diantara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” jawab mereka, “Yang terakhir”. Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para perempuan pelacur akan mendahului kamu masih kedalam Kerajaan Allah.” </em>(Matius 21:31)</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara terkasih di dalam Kristus, pada perumpaan tentang kedua anak yang diminta oleh bapanya melakukan suatu tugas, yang sulung mengatakan “Ya” namun tidak melaksanakan, sedangkan yang bungsu mengatakan “Tidak” namun akhirnya melaksanakan. Sebenarnya kedua anak ini sama-sama anak yang tidak taat pada perintah bapanya. Si sulung pada awalnya taat, namun gagal mewujudkan perintah bapanya, sedang si bungsu pada awalnya tidak taat, namun si bungsu mau berproses, menyesal, dan berubah sehingga dapat melaksanakan perintah bapanya.  Nah proses perjuangan si bungsu untuk taat pada bapanya membuahkan perubahan batin, inilah yang disebut pertobatan sejati dan inilah yang dihargai oleh Yesus.</p>
<p style="text-align: justify;">Yesus menekankan begitu pentingnya proses pertobatan sejati sehingga seolah olah Yesus membenarkan tindakan pemungut cukai dan pelacur dan memberikan mereka kesempatan terlebih dahulu untuk masuk Kerajaan Allah daripada kepada para imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi. Sama dengan kisah kedua anak di atas, jika pemungut cukai dan pelacur benar-benar bertobat maka pertobatannya akan berkenan pada Yesus, sangat berbeda dengan imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi yang hanya berkata-kata namun tidak mau bertindak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan ini memberi harapan pada kita: bahwa mungkin keadaan kita yang saat ini berdosa dapat berubah menjadi tidak berdosa lagi asalkan kita mau bertobat. Yesus selalu memanggil kita bertobat. Karena itu mari kita merefleksikan bacaan di atas pada hidup kita: Apakah kita selalu taat? Sudahkah kita setia dan menjalankan panggilan Tuhan dalam hidup kita? Apakah saya mengatakan “ya” pada Tuhan tapi tidak melaksanakannya? Mampukah saya mengatakan “ya,” dan “ya” juga dalam melaksanakannya?</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita berdoa: Ya Allah Bapa, berikanlah aku kejujuran untuk mengakui penolakanku, kerendahan hati untuk bertobat, dan keberanian untuk melakukan kehendak-Mu, bukan hanya dengan kata-kata, tapi di dalam hidupku. Semua ini kumohon kepada-Mu dalam persatuan dengan Roh Kudus dan demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. (LSL)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/27/ya-dan-ya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penderitaan Yesus</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/26/penderitaan-yesus/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/26/penderitaan-yesus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 18:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18050</guid>

					<description><![CDATA[Renungan hari Sabtu, 26 September 2026, Pekan Biasa XXV. Bacaan: Pkh 11:9-12:8; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:43b-45 &#8220;Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221; (Lukas 9:44) Mereka tidak mengerti perkataan Yesus sebab artinya tersembunyi. Mereka tidak paham dan tidak berani menanyakan artinya kepada-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, tentu saja mereka telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Renungan hari Sabtu, 26 September 2026, Pekan Biasa XXV.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan: <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Pkh11:9-99;Pkh12:1-8;">Pkh 11:9-12:8</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm90:3-4;Mzm90:5-6;Mzm90:12-13;Mzm90:14;Mzm90:17;">Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk9:43-45;">Luk 9:43b-45</a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221; </em>(Lukas 9:44)</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka tidak mengerti perkataan Yesus sebab artinya tersembunyi. Mereka tidak paham dan tidak berani menanyakan artinya kepada-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, tentu saja mereka telah mengalami bagaimana Yesus melakukan banyak mukjizat sehingga mereka takjub dan percaya bahwa Yesuslah Mesias. Karena itu ketika Yesus mengingatkan kembali bahwa Anak Manusia akan menderita, mereka tidak dapat memahaminya, sampai nanti apa yang dikatakan Yesus benar-benar terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaan Yesus mengingatkan bahwa menjadi murid-Nya tidaklah seperti yang dipahami manusia, yang berpandangan bahwa siapa yang berkuasa dan menjadi pemimpin akan hidup dalam kemudahan dan kenyamanan oleh karena kuasanya. Yesus sendiri telah menjadi contoh bagaimana Ia mengalami penderitaan demi kasih-Nya kepada manusia. Rela disiksa dalam penderitaan menuju salib dan wafat untuk menebus dosa-dosa manusia. Maka ketika kita mengakui sebagai murid-murid Yesus, kita pun harus siap menderita sebagaimana Sang Guru. Bahkan dalam Lukas 9:23 dituliskan, <em>”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”</em> Pasti tidak mudah untuk dilakukan tetapi kita dapat selalu memohon rahmat-Nya agar dimampukan untuk belajar melakukan kehendak-Nya, karena sebagaimana janji-Nya kepada kita kerajaan Allah sudah disediakan bagi setiap kita yang hidup di dalam Dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Doa: Yesus yang penuh kasih, ampunilah kami orang yang berdosa ini. Dalam hidup yang serba sulit, kami sering kali menghindari salib dan sulit mengikuti Engkau. Mohon rahmat penyertaan-Mu agar kami tidak takut menderita dalam mengikuti-Mu sebab kami percaya akan penyertaan-Mu dalam hidup kami sepanjang segala masa. Amin. (VVDL)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/26/penderitaan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapakah Yesus Bagiku</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/25/siapakah-yesus-bagiku-4/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/25/siapakah-yesus-bagiku-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 18:02:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18066</guid>

					<description><![CDATA[Renungan hari Jumat, 25 September 2026, Pekan Biasa XXV. Bacaan: Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a.2abc.3-4; Luk 9:18-22. Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Menurut kamu, siapakah Aku ini?&#8221; Jawab Petrus: &#8220;Mesias dari Allah.&#8221; (Lukas 9:20)  Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab, “Mesias dari Allah.” Hari ini Yesus juga bertanya kepada kita masing-masing, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Renungan hari Jumat, 25 September 2026, Pekan Biasa XXV.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan: <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Pkh3:1-11;">Pkh 3:1-11</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm144:1;Mzm144:2;Mzm144:3-4;">Mzm 144:1a.2abc.3-4</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk9:18-22;">Luk 9:18-22</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Menurut kamu, siapakah Aku ini?&#8221; Jawab Petrus: &#8220;Mesias dari Allah.&#8221;</em> (Lukas 9:20)</p>
<p style="text-align: justify;"> Yesus bertanya kepada para murid-Nya, <em>“Menurut kamu, siapakah Aku ini?”</em> Petrus menjawab, <em>“Mesias dari Allah.”</em> Hari ini Yesus juga bertanya kepada kita masing-masing, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”</p>
<p style="text-align: justify;">Yesus adalah tempat untuk bersandar ketika saya menghadapi kesulitan. Bagi yang lain, Yesus adalah Dia yang mengampuni ketika kita jatuh dalam dosa. Bagi seseorang yang sedang mengalami kehilangan, Yesus mungkin dialami sebagai Dia yang tetap hadir ketika kita merasa sendirian. Pengalaman kita bisa berbeda-beda karena perjalanan iman setiap orang juga berbeda. Tetapi Yesus yang kita kenal tetaplah Yesus yang sama: Tuhan yang mengasihi, menyertai, mengampuni, dan menyelamatkan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun mengenal Yesus bukan hanya mengetahui siapa Dia. Mengenal Yesus berarti membiarkan kehadiran-Nya mengubah hidup kita. Kalau saya sungguh mengatakan, <em>“Yesus adalah Tuhan saya,</em><em>”</em> maka perlahan hidup saya pun dipanggil untuk semakin menyerupai Dia: mengasihi, mengampuni, melayani, dan berbuat baik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yesus, siapakah Engkau bagiku?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Apakah Engkau sungguh menjadi Tuhan dalam hidupku?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Apa yang Engkau kehendaki untuk kuubah dalam hidupku?”</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga jawaban kita bukan hanya sekadar keluar dari bibir, melainkan semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Doa: Bapa, semoga aku semakin mengenal siapa Engkau bagi hidupku dan mempercayakan seluruh hidupku dalam tangan kasih-Mu. Kini dan sepanjang masa Amin. (MIIP)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/25/siapakah-yesus-bagiku-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berani Mengakui Kesalahan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/24/berani-mengakui-kesalahan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/24/berani-mengakui-kesalahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 18:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=18063</guid>

					<description><![CDATA[Renungan hari Kamis, 24 September 2026, Pekan Biasa XXV. Bacaan: Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:7-9. Tetapi Herodes berkata: &#8220;Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?&#8221; Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Lukas 9:9) Pada waktu Herodes mendengar adanya pemberitaan Kerajaan Allah dan tanda-tanda yang menyertai yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Renungan hari Kamis, 24 September 2026, Pekan Biasa XXV.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan: <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Pkh1:2-11;">Pkh 1:2-11</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm90:3-4;Mzm90:5-6;Mzm90:12-13;Mzm90:14;Mzm90:17;">Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Luk9:7-9;">Luk 9:7-9</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tetapi Herodes berkata: &#8220;Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?&#8221; Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.</em> (Lukas 9:9)</p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu Herodes mendengar adanya pemberitaan Kerajaan Allah dan tanda-tanda yang menyertai yang dibuat Yesus bersama para murid-Nya, Herodes merasa cemas sebab ada orang mengatakan Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Kecemasan itu muncul akibat Herodes sebenarnya merasa bersalah karena ia telah membunuh Yohanes, maka keinginan bertemu dengan Yesus lebih didorong rasa penasaran dan menenangkan dirinya bahwa Yohanes tidak bangkit dari antara orang mati, bukan karena keinginan untuk bertobat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya Herodes  mendapat kesempatan bertemu Yesus ketika Pilatus mengirim Yesus ke hadapannya (Luk 23:7). Herodes mengharapkan Yesus membuat tanda dan ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus. Yesus tidak mengadakan tindakan atau memberi jawaban apa pun. Sebab Herodes meminta tanda dan bertanya bukan untuk mencari kebenaran Allah melainkan sekedar memuaskan rasa ingin tahu dan membenarkan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita berbuat salah, Allah sebenarnya meletakkan rasa bersalah dalam hati nurani manusia supaya manusia mengalami rasa penyesalan dan bertobat dari kesalahan. Tetapi kita sering tidak mengelola penyesalan menjadi pertobatan, namun mencari pembenaran atas pikiran, tindakan, dan perkataan kita yang salah. Ketika saya marah dan mengeluarkan kata-kata yang melukai hati, saya mencari alasan mengapa saya marah. Ketika saya berbohong dan bertindak tidak adil, maka saya mencari alasan yang membenarkan mengapa saya melakukannya. Suami atau istri yang berselingkuh sering menyalahkan pasangan atau situasi yang menyebabkan ia berselingkuh daripada dengan sederhana mengakui kekhilafannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertobatan yang sejati dimulai dengan penyesalan, yang dilanjutkan dengan penagkuan bahwa saya telah berdosa apa pun alasannya. Jika kita tidak bersedia mengakui kesalahan, maka kita tidak akan melakukan perbaikan, tetapi justru jatuh dalam kekerasan hati seperti halnya Herodes, sehingga semakin tertutup untuk mengenali dan menerima kebenaran Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Sabda hari ini mendorong kita untuk berani mengakui kesalahan sejak dini. Rasul Yohanes mengatakan ”Jika kita mengakui dosa kita, Tuhan adalah setia dan adil, dan Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1 9). Perhatikan bahwa Tuhan bukan hanya mengampuni dosa bahkan Tuhan akan menyucikan kita dari segala kejahatan, artinya Tuhan akan memurnikan hati kita dari segala  kejahatan supaya kita semakin kudus dan berkenan kepadaNya.</p>
<p style="text-align: justify;">Doa: Ya Allah, karuniakanlah kerendahan hati supaya aku bersedia mengakui dosa-dosaku sehingga dihindarkan dari kekerasan hati yang meyebabkan aku tidak lagi peka pada bimbingan-Mu. Sucikanlah hati kami supaya kami  dapat hidup sebagai anak-anak Allah Amin.(RMWT)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/09/24/berani-mengakui-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
