<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sentra Evangelisasi Pribadi St Yohanes</title>
	<atom:link href="https://www.sepsurabaya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sepsurabaya.com</link>
	<description>SEP St Yohanes Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 May 2026 23:11:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.sepsurabaya.com/wp-content/uploads/2024/04/cropped-SEP-Logo-Hitam-32x32.png</url>
	<title>Sentra Evangelisasi Pribadi St Yohanes</title>
	<link>https://www.sepsurabaya.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hidup Kekal ialah Mengenal Allah</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/17/hidup-kekal-ialah-mengenal-allah/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/17/hidup-kekal-ialah-mengenal-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 23:11:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17671</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Minggu,  17 Mei 2026 Kis 1:12-14; Mzm 27:14.7-8a;Yoh 17:1-11a &#8220;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus&#8221; (Yohanes 17:3) Bagi Tuhan Yesus, jalan kemuliaan ada pemenuhan kehendak Bapa melalui Salib. Salib bukanlah akhir, tetapi masih ada Kebangkitan. Dan melalui Salib [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="gs">
<div class="   ">
<div id=":mq" class="ii gt">
<div id=":mp" class="a3s aiL ">
<div id="avWBGd-20">
<div dir="auto">
<div dir="auto"><strong>Renungan Minggu,  17 Mei 2026</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"><strong>Kis 1:12-14; Mzm 27:14.7-8a;Yoh 17:1-11a</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"><em>&#8220;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus&#8221; (Yohanes 17:3)</em></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Bagi Tuhan Yesus, jalan kemuliaan ada pemenuhan kehendak Bapa melalui Salib. Salib bukanlah akhir, tetapi masih ada Kebangkitan. Dan melalui Salib dan KebangkitanNya, Dia memberikan hidup kekal kepada mereka yang diberikan Bapa kepadaNya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Dan hidup kekal ini adalah mengenal Allah dan mengenal Yesus Kristus. Jadi kehidupan kekal ini bukan soal nanti sesudah kematian, tetapi bahkan sejak saat ini ketika kita menghayati hidup dalam pengenalan akan Allah.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Dan mengenal Allah ini berarti memiliki relasi atau hubungan yang pribadi dan intim dengan Allah, secara terus-menerus, sejak saat ini sampai pada keabadian.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Mari bersama kita renungkan undangan Tuhan ini, supaya sejak di dunia ini kita menghayati kehidupan kekal ini, dengan hidup terus-menerus dalam hubungan pribadi dengan Allah. Amin (ET)</div>
</div>
<div class="yj6qo" style="text-align: justify;"></div>
<div class="adL" style="text-align: justify;"></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="avWBGd-21" class="WhmR8e" data-hash="0"></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/17/hidup-kekal-ialah-mengenal-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukacita Kekal</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/15/sukacita-kekal-2/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/15/sukacita-kekal-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 18:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17669</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Jumat, 15 Mei 2026 Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:-20-23a Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu (Yohanes 16:22) Dalam pergumulan hidup setiap orang seringkali disertai dengan penderitaan, dukacita dan penuh dengan kesengsaraan. Derita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Jumat, 15 Mei 2026</strong></p>
<p><strong>Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:-20-23a</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<em>Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi </em><em>dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas </em><em>kegembiraanmu itu dari padamu (Yohanes 16:22)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
Dalam pergumulan hidup setiap orang seringkali disertai dengan penderitaan, dukacita dan penuh dengan kesengsaraan. Derita dan sukacita adalah dua hal yang bertolak belakang. Derita ingin segera dihindari. sukacita ingin cepat-cepat dialami. Semua orang berharap bebas dari derita dan bisa mengalami sukacita. Namun, keduanya melekat erat dalam hidup manusia. Derita dan sukacita silih berganti dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya, kita mungkin mengalami penderitaan dan kesedihan di dunia ini, tetapi kita harus memiliki harapan akan sukacita yang kekal bersama dengan Kristus di surga. Saya teringat tahun 1998 dimana krisis moneter sedang melanda Indonesia, banyak karyawan dirumahkan termasuk saya, eh… saya malah mengandung anak ketiga (terkecil). Menjelang waktu melahirkan anak ketiga ini saya merasakan sakit yang luar biasa, bahkan saya sempat merasa takut karena bayinya cukup besar, tetapi penderitaan sejak mengandung, rasa sakit dan takut itu kemudian berubah menjadi sukacita saat melihat bayi mungil saya yang gemoy. Kebahagiaan, kesuksesan, dan pujian didapatkan oleh setiap orang ketika telah mengalami sebuah proses yang panjang, berat, dan butuh kegigihan.  Yesus menjanjikan bahwa kesedihan sementara akan berganti dengan sukacita yang tak terhingga. Maka dari itu penting untuk memiliki kepercayaan yang kokoh pada Yesus, bahwa bahkan dalam penderitaan dan kesedihan, kita dapat memiliki sukacita yang sejati dalam Kristus. Kita juga dipanggil untuk hidup dalam doa yang terus-menerus, menyadari bahwa kita memiliki hubungan yang spesial dengan Bapa melalui Yesus Kristus. Oleh karena itu, Roh Kudus diperlukan untuk menguatkan dan menyempurnakan perjuangan manusiawi, sehingga manusia semakin menuju ilahi. Hari ini adalah hari permulaan Novena Pentakosta. Mari kita memohonkan kepada Tuhan agar Roh Kudus senantiasa menaungi kita agar tetap teguh dalam proses kita memperoleh kebahagiaan. Amin.( LF )</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/15/sukacita-kekal-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ajarlah Mereka . . .</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/14/ajarlah-mereka/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/14/ajarlah-mereka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 18:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17662</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Kamis, 14 Mei 2026 Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-7.8-9; Mat 28:16-20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah AKU perintahkan kepadamu. Ketahuilah, AKU menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman. ( Matius 28:20 ) Untuk mengajar kita sendiri haruslah jadi teladan, Sebab pewartaan bukan sekedar dari kata kata, lebih efektif pengajaran melalui perbuatan yang bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="gs">
<div class=" ">
<div id=":mq" class="ii gt">
<div id=":mp" class="a3s aiL ">
<div id="avWBGd-20">
<div dir="auto">
<div dir="auto"><strong>Renungan Kamis, 14 Mei 2026</strong></div>
</div>
</div>
<div dir="auto"></div>
<div id="avWBGd-20">
<div dir="auto">
<div dir="auto"><strong>Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-7.8-9; Mat 28:16-20</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"><em>Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah AKU perintahkan kepadamu. Ketahuilah, AKU menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman. ( Matius 28:20 )</em></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Untuk mengajar kita sendiri haruslah jadi teladan, Sebab pewartaan bukan sekedar dari kata kata, lebih efektif pengajaran melalui perbuatan yang bisa dilihat dan dirasakan banyak orang. Kita tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain, jika kita sendiri tidak mempunyainya. Oleh sebab itu Yesus bersabda, Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah AKU ajarkan kepadamu, Yesus adalah teladan kita. DIA melakukan setiap apa yang disabdakan-Nya. Sebagai murid, kitapun harus seperti Yesus. Sekali lagi Bukan cuma kata kata. Tapi tindakan nyata!</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Dalam kenyataan kita sering kali belum bertindak seperti Yesus. Bahkan kita masih memilih milih orang yang akan kita layani, kita masih enggan melayani dengan keikhlasan, terkadang kita melayani dengan keterpaksaan. Kita masih kekurangan <strong>KASIH</strong> didalam Pelayanan. Kita masih sering kecewa dengan pelayanan jika itu tidak sesuai dengan standart kita. Kita masih menuntut kesempurnaan. Sedangkan Yesus menuntut kerendahan hati yang ikhlas penuh kasih didalam melayani, seperti DIA membasuh kaki para Murid termasuk Yudas Iskariot pun DIA basuh kakinya. Walau Yesus telah mengetahui, Yudas akan berkhianat. Disaat kita ikhlas memberikan apa yang kita punya, Tuhan akan melipat gandakan, seperti perumpamaan 5 roti dan 2 ikan. Ajaran-Nya adalah kasih, kita wajib mengasihi siapapun, apapun yang ada disekitar kita. Kita masih sering takut dengan pelayanan yang diberikan kepada kita Padahal janji-Nya nyata, _*AKU akan menyertai engkau senantiasa sampai pada akhir zaman.*_</div>
<div dir="auto">*Pertanyaannya* :</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Didalam melayani sudahkah kita melayani dengan kerendahan hati? Dan dipenuhi rasa kasih? Masih takutkah menerima pelayanan pelayanan yang mungkin kita belum pernah melakukannya ?</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Tuhan aku masih sering tidak melakukan apa yang Kau ajarkan, Allah Roh Kudus pimpinan aku agar hatiku selalu dipenuhi rasa kasih didalam pelayananku. Agar aku bisa mengajarkan apa yang  Yesus Teladankan kepadaku. Amin, ( VMHFS )</div>
</div>
<div class="yj6qo"></div>
<div class="adL"></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="avWBGd-21" class="WhmR8e" data-hash="0"></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/14/ajarlah-mereka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendengar lalu Membagikan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/13/mendengar-lalu-membagikan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/13/mendengar-lalu-membagikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 18:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17667</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Rabu, 13 Mei 2026 Kis 17:15.22-18;1; Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a. 14bcd; Yoh 16:12-15 Shalom, Bapak ibu para sahabat terkasih di dalam Kristus. Apakah Paskah yang sudah kita alami bersama sekitar sebulan yang lalu masih kita rasakan sampai hari ini? Masih samakah sukacita saat merayakan di hari H dengan keadaan saat ini? Semoga Paskah tetap kita rasakan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div dir="auto"><strong>Renungan Rabu, 13 Mei 2026</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"><strong>Kis 17:15.22-18;1; Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a. 14bcd; Yoh 16:12-15</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Shalom, Bapak ibu para sahabat terkasih di dalam Kristus.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Apakah Paskah yang sudah kita alami bersama sekitar sebulan yang lalu masih kita rasakan sampai hari ini? Masih samakah sukacita saat merayakan di hari H dengan keadaan saat ini? Semoga Paskah tetap kita rasakan dan alami di sepanjang kehidupan kita, bukan hanya sampai 40 hari atau 50 hari sesudahnya, tapi sampai selamanya.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Ketika liburan Lebaran yang lalu, saya dan keluarga hampir kehilangan uang tiket pesawat, hotel, akomodasi dan lain-lain. Hal ini disebabkan visa ke suatu tempat tujuan liburan kami tidak terbit seperti yang kami harapkan. Visa baru terbit di hari H kami berangkat berlibur. Hari-hari menunggu kepastian visa ini membuat segalanya serba menegangkan. Akibatnya sering terjadi komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Mulai terjadi saling menyalahkan, yang terlalu mendadak, yang kurang cari informasi dan lain sebagainya. Karena tidak ingin batal, maka kami mulai mencari informasi alternatif, yaitu dengan visa kunjungan. Kami mencari sebanyak mungkin informasi, tidak mudah, karena pengalaman beberapa orang yang berbagi ada yang baik-baik saja tapi juga ada yang tidak menyenangkan. Singkat cerita, kami ambil suatu pilihan yang cukup berat, yaitu merelakan tiket pesawat pulang, beli yang baru dan harus mampir ke negara yang lain. Semuanya berjalan baik sesuai rencana dan kami jadi punya pengalaman baru yaitu berkunjung tanpa visa. Ternyata di media sosial banyak sekali orang-orang yang mengalami pengalaman serupa dengan kami. Kami bagikan pengalaman kami dengan cuma-cuma, detil dan bahkan dengan beberapa tips, karena saat liburan kemarin banyak sekali penerbangan batal ataupun tunda. Apa yang kami dengar dan kami alami, lalu kami bagikan dan ternyata menolong beberapa orang.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Injil hari ini berpusat pada janji Tuhan yaitu Roh Kudus yang akan diberikan kepada semua orang yang memintanya. Tuhan katakan bahwa Roh Kebenaran (Roh Kudus) akan menyatakan segala sesuatu yang telah Ia dengar dari Allah (ayat 13b). Roh Kudus yang Tuhan janjikan sebagai pribadi yang akan membawa kepada kebenaran yang dari Allah. Bahkan Ia akan memberitakan hal-hal yang akan datang, karena Allah Maha Tahu, Dia tahu akan segala sesuatunya termasuk masa yang akan datang. Berulang kali, Tuhan Yesus katakan bahwa Roh Kudus akan memberitakan hal-hal yang berasal dari Allah (ayat 13, 14 &amp; 15). Hal ini tentunya sangat membahagiakan bagi kita, karena itu kita tidak perlu ragu untuk meminta Roh Kudus hadir dan memimpin hidup kita.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Mari bapak ibu dan para sahabat, teruslah memohon Roh Kudus untuk hadir dan berkarya di dalam diri kita, karena Roh Kudus benar-benar adalah Allah yang hadir. Kalau di awal saya bertanya tentang Paskah, maka biarlah warta sukacita Paskah itu jangan pernah hilang dari hidup kita, meskipun nanti kita lewati masa Paskah, tapi teruslah mengalami Paskah. Caranya? Hanya melalui pimpinan Roh Kudus. Sekali lagi, jangan ragu dan tetaplah berharap Roh Kudus hadir dan memimpin. ( BVJSW )</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div class="yj6qo" style="text-align: justify;"></div>
<div class="adL" dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/13/mendengar-lalu-membagikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Roh Kudus Membuka Jalan Keselamatan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/12/roh-kudus-membuka-jalan-keselamatan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/12/roh-kudus-membuka-jalan-keselamatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 18:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17664</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Selasa, 12 Mei 2026 Kis 16:22-34; Mzm 138:1-2a.2bc-3.7c-8; Yoh 16:5-11 Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kristus. Dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana Paulus dan Silas mengalami penderitaan yang berat. Mereka dipukuli, dipenjara, bahkan kaki mereka dibelenggu. Secara manusiawi, keadaan itu sangat gelap dan penuh keputusasaan. Namun yang mereka lakukan justru mengejutkan: mereka berdoa dan menyanyikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="gs">
<div class="   ">
<div id=":mp" class="ii gt">
<div id=":mq" class="a3s aiL ">
<div id="avWBGd-46">
<div dir="auto">
<div dir="auto"><strong>Renungan Selasa, 12 Mei 2026</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto"><strong>Kis 16:22-34; Mzm 138:1-2a.2bc-3.7c-8; Yoh 16:5-11</strong></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kristus.</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana Paulus dan Silas mengalami penderitaan yang berat. Mereka dipukuli, dipenjara, bahkan kaki mereka dibelenggu. Secara manusiawi, keadaan itu sangat gelap dan penuh keputusasaan. Namun yang mereka lakukan justru mengejutkan: mereka berdoa dan menyanyikan pujian kepada Allah. Di saat itulah kuasa Tuhan bekerja. Gempa bumi mengguncang penjara, pintu-pintu terbuka, dan belenggu terlepas. Bukan hanya mereka yang dibebaskan, tetapi kepala penjara beserta keluarganya mengalami keselamatan dan dibaptis.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Dalam Injil, Yesus berbicara tentang kepergian-Nya. Murid-murid merasa sedih, tetapi Yesus menegaskan bahwa kepergian-Nya membawa kebaikan: Roh Kudus akan datang. Roh Kudus itulah yang menuntun manusia kepada kebenaran, menyadarkan dunia akan dosa, dan membuka hati untuk percaya kepada Kristus. Kedua bacaan ini mengajarkan bahwa ketika hidup terasa gelap—saat masalah datang, usaha terasa berat, kesehatan terganggu, atau hati diliputi kecemasan—Roh Kudus tetap bekerja. Sering kali Tuhan tidak langsung menghilangkan persoalan, tetapi Ia memberi kekuatan untuk tetap memuji dan percaya. Dari sanalah jalan keselamatan dibukakan. Kadang “penjara” kita bukan tembok besi, melainkan rasa takut, kecewa, dendam, atau putus asa. Namun ketika kita tetap berdoa dan percaya, Roh Kudus sanggup mengguncang “penjara batin” itu dan membebaskan kita. Hari ini, “penjara” apa yang sedang membelenggu hati saya? Apakah saya tetap memuji Tuhan di tengah kesulitan, atau justru tenggelam dalam keluhan?</div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu dalam hidupku. Saat aku berada dalam kesulitan dan kegelapan, ajarilah aku tetap percaya dan memuji nama-Mu. Bebaskan aku dari segala belenggu dosa, ketakutan, dan keputusasaan. Bukalah hatiku agar aku mengalami sukacita keselamatan-Mu. Amin.  (FXG)</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto" style="text-align: justify;">“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.”</div>
<div class="yj6qo" style="text-align: justify;"></div>
<div class="adL" dir="auto" style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div class="adL" style="text-align: justify;"></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="avWBGd-47" class="WhmR8e" data-hash="0"></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/12/roh-kudus-membuka-jalan-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kamu Juga Harus Bersaksi</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/11/kamu-juga-harus-bersaksi/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/11/kamu-juga-harus-bersaksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 18:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17655</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Senin, 11 Mei 2026 Kis 16: 11-15; Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b; Yoh 15:26- 16:4a “Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” ( Yohanes 15:27 ) Saya masih ingat awal pertama kali saya ikut Sentra Evangelisasi Pribadi, ada satu ayat yang menjadi amanat agung Tuhan Yesus yang mengatakan “karena itu pergilah, jadikanlah semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;"><strong>Renungan Senin, </strong><strong>11 Mei</strong><strong> 2026</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Kis 16: 11-15; Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b; Yoh 15:26- 16:4a</strong></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><em>“Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” ( Yohanes 15:27 )</em></p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">Saya masih ingat awal pertama kali saya ikut Sentra Evangelisasi Pribadi, ada satu ayat yang menjadi amanat agung Tuhan Yesus yang mengatakan “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam Bapa dan Anak dan Roh Kudus…” hal itu menyadarkan saya bahwa tugas memberitakan Injil /bersaksi akan Tuhan Yesus adalah juga menjadi kewajiban kita semua. Injil Yohanes disini juga mengungkapkan “kamu harus bersaksi”, kata “harus” bukan sebagai pilihan, tetapi kewajiban kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus sekalipun mengalami banyak rintangan dan penolakan. Seringkali kita melupakan bersaksi tentang Tuhan Yesus bahkan pada keluarga kita sendiri, kita banyak pelayanan keluar tetapi keluarga bahkan masih ada yang tidak mengenal Tuhan Yesus. Memang membuat seseorang percaya kepada Tuhan Yesus tetap dibutuhkan campur tangan Tuhan seperti saat Tuhan membuka hati Lidia sehingga ia menjadi percaya apa yang dikatakan Paulus dalam Kisah Para Rasul 16:14, Tetapi tugas kita adalah tetap bersaksi, dengan belajar di SEP ternyata cukup membekali kita bersaksi dengan baik dan benar, sehingga dengan pembekalan tersebut saya mulai berani bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada saudara-saudara saya dan orang lain. Saya bersyukur sudah belajar juga di SEP untuk berani bersaksi. Semoga kita semua berani menjalankan tugas seperti yang Tuhan Yesus kehendaki “kamu juga harus bersaksi” (HW)</p>
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">
<p style="font-weight: 400; text-align: justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/11/kamu-juga-harus-bersaksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsekuensi Menjadi Milik Tuhan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/09/konsekuensi-menjadi-milik-tuhan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/09/konsekuensi-menjadi-milik-tuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 17:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17652</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Sabtu, 09 Mei 2026 Bacaan: Kis 16:1-10; Mzm 100:1-2.3.5; Yoh 15:18-21. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yohanes 15:19) Ada seorang anak yang ditunjuk gurunya menjadi wakil ketua kelas dengan tugas mengoordinasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="102" data-end="135"><strong data-start="102" data-end="133">Renungan Sabtu, 09 Mei 2026</strong></p>
<p data-start="137" data-end="185"><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Kis16:1-10;" target="_blank" rel="noopener">Kis 16:1-10</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm100:1-2;Mzm100:3;Mzm100:5;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 100:1-2.3.5</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yoh15:18-21;" target="_blank" rel="noopener">Yoh 15:18-21</a>.</p>
<p style="text-align: center;" data-start="137" data-end="185"><em>Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yohanes 15:19)</em></p>
<p style="text-align: justify;" data-start="438" data-end="1137">Ada seorang anak yang ditunjuk gurunya menjadi wakil ketua kelas dengan tugas mengoordinasi teman-temannya saat mau masuk kelas, mengumpulkan tugas dari guru, dan melaporkan siswa yang nakal atau berisik. Dia berusaha menjalankan dengan baik tugas itu meski mengalami pertentangan batin karena melaporkan teman sendiri, dan akhirnya harus berhadapan dengan teman-temannya yang tidak mengikuti aturan kelas dan menolak mengerjakan tugas dari guru. Pada akhirnya, dia dijauhi beberapa teman karena konsekuensi tugas yang dia laksanakan. Saat dia mau mundur dari posisi wakil ketua kelas, gurunya menolak, mengatakan bahwa dia percaya anak ini akan mampu dan menolong mengatasi masalah yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1139" data-end="1594">Ilustrasi di atas hanya contoh bahwa saat dipilih dan diberi kepercayaan, akan ada konsekuensi yang timbul. Demikian juga dalam menghidupi jalan Tuhan. Saat berusaha melakukan kehendak Tuhan, bisa jadi kita mengalami berbagai tantangan. Yang membuat makin berat, ada orang-orang yang menghambat, dan tak jarang mereka adalah teman dan keluarga. Saat itu, kita harus memutuskan apa yang akan dilakukan: bertahan atau menyerah dan menuruti apa kata orang.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1596" data-end="2202">Inilah saat yang menentukan siapakah kita. Apakah benar-benar murid Yesus atau hanya pengagum-Nya. Jika murid, maka kita berusaha melakukan apa yang Guru kehendaki dan menyelesaikan tugas. Karena murid menyadari konsekuensi mengikuti jalan hidup Gurunya. Yesus sudah memberi tahu bahwa Dia telah memilih kita menjadi milik-Nya dan akan dibenci dunia, karena dunia membenci Yesus. Maka, yakinlah saat Yesus memilih, Dia akan melindungi dan menolong kita melakukan semua yang Dia minta. Kita tidak sendirian karena Yesus mengutus Roh Kudus, Penolong yang setia. Maka, mari kita belajar setia seperti Yesus.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2204" data-end="2352">Allah Roh Kudus, bantulah kami dalam setiap langkah kami hari ini agar terus berjalan di jalan Tuhan, apa pun yang kami temui sepanjang jalan. Amin. (SW)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/09/konsekuensi-menjadi-milik-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukacita Buah Kasih dan Ketaatan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/07/sukacita-buah-kasih-dan-ketaatan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/07/sukacita-buah-kasih-dan-ketaatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17649</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Kamis 7 Mei 2026 Bacaan: Kis 15:7-21; Mzm 96:1-2a.2b-3.10; Yoh 15:9-11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (Yohanes 15:11) Perikop Injil hari ini menceritakan perintah saling mengasihi. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya sebagaimana Bapa mengasihi Dia. Ia meminta mereka untuk tetap hidup dalam kasih itu dengan menaati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Kamis 7 Mei 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Kis15:7-21;" target="_blank" rel="noopener">Kis 15:7-21</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm96:1-2;Mzm96:2-3;Mzm96:10;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 96:1-2a.2b-3.10</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yoh15:9-11;" target="_blank" rel="noopener">Yoh 15:9-11</a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (Yohanes 15:11)</em></p>
<p data-start="102" data-end="487">Perikop Injil hari ini menceritakan perintah saling mengasihi. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya sebagaimana Bapa mengasihi Dia. Ia meminta mereka untuk tetap hidup dalam kasih itu dengan menaati perintah-Nya, seperti diri-Nya sendiri menaati perintah Bapa dan tinggal dalam kasih Bapa. Tujuannya supaya sukacita Yesus ada dalam murid-murid-Nya dan sukacita mereka menjadi penuh.</p>
<p style="text-align: left;" data-start="489" data-end="605"><em>“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh. 15:11)</em></p>
<p style="text-align: justify;" data-start="607" data-end="999">Tuhan Yesus mengajak saya menjadikan kasih Kristus sebagai pusat tindakan saya. Ia juga menekankan bahwa kasih dan ketaatan tidak dapat dipisahkan. Tinggal dalam kasih Kristus berarti hidup taat setia pada perintah-Nya, dan buahnya adalah sukacita dan kebahagiaan sejati yang berasal dari Allah, yang menjadi kekuatan untuk menghadapi gelombang kehidupan dan kesulitan.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1001" data-end="1240">Bulan lalu, ibu tercinta saya dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Saat disemayamkan di rumah duka, kakak ipar saya memasang foto ibu saya di depan peti jenazah. Foto itu diambil enam tahun yang lalu pada saat pernikahan anak kakak saya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1242" data-end="1620">Ketika saya, para saudara, keponakan, dan para sahabat melihat foto ibu saya, cantik penuh kasih sukacita, kami disadarkan bahwa kasih sukacita ibu saya adalah buah yang terpancar dari hati yang berakar pada kasih Kristus, yang terbentuk dari iman percaya, bersungguh-sungguh melakukan relasi dengan-Nya setiap hari, dan hidup taat selaras dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1622" data-end="2095">Karena kasih Kristus, ibu saya menjadi sosok teladan bagi saya dan semua anak-anaknya, mantu, cucu, cucu mantu, dan buyut akan hidup berelasi dan bersandar pada Tuhan, kasih dan pengampunan, sopan, baik dalam sikap dan perkataan, serta tidak mempunyai pikiran dan hati yang jahat. Ia juga mengajarkan kami semua hidup rukun, tenang menghadapi masalah. Kalau ada persoalan rumit, minta pertolongan Tuhan Yesus Kristus, karena Ia pasti memberi pengharapan dan jalan keluar.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2097" data-end="2535">Tuhan Yesus Kristus, saya mengucapkan syukur dan terima kasih karena Engkau memberi kepada kami seorang ibu yang memberikan teladan kasih sukacita untuk hidup dengan sesama, berelasi setiap hari dengan-Mu, bersandar penuh, dan taat selaras dengan kehendak-Mu sehingga kami dapat berjalan penuh pengharapan melewati gelombang kehidupan. Bimbing kami, Tuhan, agar dapat senantiasa melakukan teladan ibu kami di sepanjang hidup kami. Amin.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2537" data-end="2559">Tuhan Yesus memberkati (Set)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/07/sukacita-buah-kasih-dan-ketaatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup Melekat pada Tuhan</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/06/hidup-melekat-pada-tuhan/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/06/hidup-melekat-pada-tuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 17:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17647</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Rabu 6 Mei 2026 Bacaan: Kis 15:1-6; Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Yoh 15:1-8 Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5b) Dalam hidup, saya mengalami berkali-kali, ketika saya tidak melekat kepada Tuhan, maka yang saya lakukan itu menjadi asal mengalir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Rabu 6 Mei 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Kis15:1-6;" target="_blank" rel="noopener">Kis 15:1-6</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm122:1-2;Mzm122:3-4;Mzm122:4-5;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yoh15:1-8;" target="_blank" rel="noopener">Yoh 15:1-8</a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5b)</em></p>
<p data-start="102" data-end="390">Dalam hidup, saya mengalami berkali-kali, ketika saya tidak melekat kepada Tuhan, maka yang saya lakukan itu menjadi asal mengalir sehingga saya tidak berbuah. Tetapi, jika hidup saya arahkan kepada-Nya dan terus berpegang kepada-Nya, maka saya dapat melakukan sesuai dengan firman-Nya.</p>
<p data-start="392" data-end="564">Tantangan dan hambatan pasti ada, tetapi itu tidak dapat memengaruhi sukacita saya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena hidup dekat dengan-Nya, hati saya menjadi tenang.</p>
<p data-start="566" data-end="743">Hal itu selalu membawa dampak luar biasa bagi banyak orang yang ada di sekitar saya. Dan ketika saya melihat kegembiraan dan sukacita mereka, saya juga mengalami sukacita itu.</p>
<p data-start="745" data-end="1159">Bapak, Ibu, dan saudara-saudariku yang terkasih, jika hidup kita selalu dipenuhi oleh Tuhan, maka kepekaan akan Roh Kudus akan dapat kita rasakan. Dia akan membimbing jalan hidup kita, sehingga saat ada tantangan dan hambatan, maka kita akan menjadi lebih tahan banting. Memang hal itu tidak mudah, butuh proses lagi, tetapi selama ada kesempatan, minta kekuatan dari-Nya, karena kesempatan itu tidak selalu ada.</p>
<p data-start="1161" data-end="1362">Ambil kesempatan itu dan lakukan dengan taat dan setia sampai kesudahannya. Karena saya percaya Tuhan pasti punya rencana dan masa depan indah bagi setiap anak yang bergantung penuh hanya kepada-Nya.</p>
<p data-start="1364" data-end="1509">Tuhan Yesus yang baik, utuslah Roh Kudus-Mu menyertaiku, agar aku dapat berjalan seturut kehendak-Mu, dengan taat dan setia sampai akhir zaman.</p>
<p data-start="1511" data-end="1540">Amin <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> God bless all <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2764.png" alt="❤" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br data-start="1535" data-end="1538" />(MY)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/06/hidup-melekat-pada-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Damai Sejahtera yang dari Allah</title>
		<link>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/05/damai-sejahtera-yang-dari-allah-2/</link>
					<comments>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/05/damai-sejahtera-yang-dari-allah-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cowebmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 17:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sepsurabaya.com/?p=17645</guid>

					<description><![CDATA[Renungan Selasa 5 Mei 2026 Bacaan: Kis 14:19-28; Mzm 145:10-11.12-13ab.21; Yoh 14:27-31a Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27) Pada pagi hari, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri pertama [Sabtu, 21 Maret 2026], saya ditelepon seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renungan Selasa 5 Mei 2026</strong></p>
<p><strong>Bacaan: </strong><a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Kis14:19-28;" target="_blank" rel="noopener">Kis 14:19-28</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Mzm145:10-11;Mzm145:12-13;Mzm145:21;" target="_blank" rel="noopener">Mzm 145:10-11.12-13ab.21</a>; <a href="https://www.imankatolik.or.id/alkitabq.php?q=Yoh14:27-31;" target="_blank" rel="noopener">Yoh 14:27-31a</a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)</em></p>
<p style="text-align: justify;" data-start="102" data-end="731">Pada pagi hari, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri pertama [Sabtu, 21 Maret 2026], saya ditelepon seorang saudara seiman yang sudah lanjut usianya dan tidak punya keluarga. Teman saya ini minta dipanggilkan dokter, karena pagi itu dia pingsan dan jatuh di kamar mandi. Kakinya amat sakit sekali dan sulit untuk digerakkan. Tanpa pikir panjang, saya minta nomor HP seorang dokter yang biasa dipanggil untuk mengobati teman mama saya, dan telepon saya tersebut langsung diterima oleh dokter tersebut. Ia sanggup untuk datang ke rumah teman saya itu siang harinya, karena saat ini ia masih bersilaturahmi di rumah keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="733" data-end="1097">Namun, saat dokter datang ke rumah teman saya dan sambil merawat teman saya tersebut, sang dokter mengatakan bahwa biasanya ia tidak pernah menerima telepon yang tidak ia kenal. Biasanya ia minta untuk di-WA dahulu dan menceritakan sekilas keluhan calon pasiennya. Ia sendiri heran mengapa secara spontan ia menerima telepon dengan nomor yang tidak ia kenal ini.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1099" data-end="1399">Saya langsung katakan pada teman saya bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi dia. Tuhan hadir dan menyertai kita semua melalui dokter yang merawatnya saat ini. Inilah wujud kasih dan penyertaan Tuhan Yesus yang walaupun tidak bisa kita lihat secara kasatmata, namun penyertaan-Nya sungguh kita rasakan.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1401" data-end="1773">Karena itu, Yesus dengan tepat menasihatkan supaya jangan gelisah dan gentar hatimu. Yesus berkata demikian karena Ia memberikan damai sejahtera kepada murid-murid-Nya. Damai sejahtera yang dimaksud adalah jaminan penyertaan-Nya dalam Roh Kudus. Roh Kudus sendiri yang akan diberikan kepada para murid-Nya. Itulah damai sejahtera sejati yang tidak dapat diberikan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1775" data-end="2167">Saudaraku, kedamaian tidak tergantung pada apa yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menjalani hidup ini. Rasul Paulus [dalam bacaan pertama] menjadi teladan dalam hal ini. Walaupun mengalami perlawanan dan penolakan ketika memberitakan Injil Tuhan kita Yesus Kristus, Paulus tetap dengan setia menguatkan dan menghibur jemaat untuk tetap setia dan bertekun dalam iman akan Yesus Kristus.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2169" data-end="2380">Paulus sadar dan tahu bahwa Yesus bersamanya, dan untuk masuk Kerajaan Surga, kita menghadapi rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Yesus juga mengalami penderitaan, disalibkan, wafat, dan bangkit dengan mulia.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2382" data-end="2914">Saudaraku, bacaan-bacaan hari ini mengingatkan sekaligus mengajak kita untuk:</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2382" data-end="2914"><strong>Pertama: </strong>Setia dan tekun bertahan dalam pekerjaan baik sekalipun rupa-rupa kesulitan dan tantangan yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2382" data-end="2914"><strong>Kedua: </strong>Yakinlah bahwa Yesus Kristus tetap menyertai kita dalam Roh Kudus di setiap langkah kehidupan kita. Itulah jaminan damai sejahtera, bahwa Allah tidak meninggalkan kita sendirian dalam peziarahan hidup ini. Kesadaran bahwa Allah selalu beserta kita inilah yang menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian dalam menjalani hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2916" data-end="3036"><strong>DOA:</strong><br data-start="2920" data-end="2923" />Ya Bapa, curahkanlah rahmat damai sejahtera dalam hidupku dan jadikanlah aku pembawa damai bagi sesamaku. Amin. (MLEN)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sepsurabaya.com/2026/05/05/damai-sejahtera-yang-dari-allah-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
