SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Harian, Rabu 15 April 2026

Kis 5:17-26; Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9; Yoh 3:16-21

“Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan – perbuatan mereka jahat.” ( Yohanes 3:19 )

Ayat ini membuat saya kembali berpikir tentang masa lalu saya, saat saya belum benar–benar menjadikan Yesus sebagai pusat hidup saya. Memang ayat ini terasa sangat relate banget dengan hidup saya di masa lalu. Firman Tuhan terasa berat untuk dilakukan, bahkan untuk menghindari firman Tuhan, saya tidak pernah buka alkitab dan saya tidak pernah berusaha untuk membaca Alkitab. Mengapa? Karena saya malas. Dengan dalih repot, tidak punya waktu, yang bagi saya waktu itu memang terasa benar.

Mengapa lebih banyak manusia memilih untuk tinggal dalam gelap? Karena dalam kegelapan, manusia tidak perlu banyak berusaha. Saya akui saya sangat tidak menyukai perubahan. Perubahan artinya saya harus merubah kebiasaan saya, mengubah cara berpikir saya dan pastinya akan memaksa saya untuk keluar dari zona nyaman saya. Saya rasa, banyak manusia yang memiliki cara pandang atau cara hidup seperti saya, malas berubah. Akan tetapi, beberapa tahun yang lalu, saya memutuskan untuk menerima Yesus dan menjadikan firman Tuhan pelita hidup saya. Keputusan itu bukan tiba–tiba. Tetapi hidup dalam gelap selama bertahun–tahun membuat saya hidup dalam akar kepahitan, dalam dendam yang tidak kunjung usai dan malah menyiksa dan merusak kualitas hidup saya. Menyadari hal itu, baru saya belajar hidup dalam terang firman Tuhan. Saya mulai baca firman setiap hari, saya belajar untuk mengampuni orang–orang yang sudah menyakiti saya, saya juga belajar untuk menjadi orang yang rendah hati dan mengandalkan Tuhan dalam hidup saya.

Hal–hal ini sangat tidak mudah dan membutuhkan kerendahan hati dan kebijaksanaan yang selalu saya minta kepada Tuhan. Tetapi seperti pepatah “Habis gelap terbitlah terang”, saya merasakan banyak kedamaian, suka cita dan uluran kasih Tuhan dalam hidup saya. Bagi orang yang pernah mengalami perjumpaan dengan Tuhan, pasti dapat merasakan betapa berlimpah kebahagiaan dan damai suka cita saat kita belajar untuk hidup dalam terang Kristus. Dan saat kita sudah merasakan perjumpaan itu, pasti kita tidak lagi mau lepas dari terang kasih Tuhan. Selain itu, saya juga merasakan dampak nyata dalam perubahan kualitas hidup saya, bagi saya, terang Kristus membawa dampak nyata bagi hati, pikiran dan cara saya menjalani hidup saya. Saya menjadi orang yang lebih panjang sabar, tidak mudah marah, tidak mudah menyerah dan akhirnya orang–orang disekeliling saya menjadi lebih betah berinteraksi dengan saya, terutama suami dan anak–anak saya. Saya bersyukur saya telah menyambut terang Kristus karena saat hidup dalam terang Kristus, hati kita akan lebih damai dan tidak berbeban berat, kita juga memiliki arah hidup yang lebih jelas. Bila dulunya saya bertanya–tanya “untuk apa saya hidup di dunia ini?”, sekarang saya tahu, hidup di dunia ini bagi saya adalah untuk kemuliaan Tuhan.

Hidup dalam gelap bukan berarti kita telah melakukan kejahatan besar, tetapi hidup dalam gelap itu bisa berarti hal–hal kecil seperti : menunda bertobat, menunda menjalankan firman Tuhan, menyimpan kebencian terhadap sesama, dan hidup setengah–setengah dalam iman. Bila hari–hari ini kita masih belum bisa mengampuni orang yang sudah menyakiti kita, atau bila kita masih pilih–pilih firman mana yang cocok untuk kita dan firman mana yang tidak cocok untuk kita, atau kita masih belum mau membaca Alkitab dengan rutin, mulai hari ini, mari kita coba untuk hidup dalam terang Kristus, lepaskan pengampunan, belajar baca firman setiap hari, dan belajar melakukan kehendak Tuhan sesulit apapun firman itu. Minta Tuhan kekuatan untuk terus belajar rendah hati dan belajar mengasihi Tuhan semakin lebih lagi setiap hari. Agar gelap tidak lagi betah tinggal dalam hati dan pikiran kita.

Tuhan, aku tahu, hidup ini adalah perjalanan imanku yang harus aku pertanggung jawabkan kepada-Mu nanti bila waktuku tiba. Beri aku hikmat dan kerendahan hati selalu ya Tuhan agar aku selalu hidup dalam terang-Mu sampai tidak ada lagi setitikpun kegelapan tersisa dalam hati dan pikiranku. Seperti Engkau mengaruniakan Yesus kepada kami karena kasih-Mu yang begitu besar kepada kami, biarlah aku juga belajar untuk membalas cinta-Mu ya Tuhan sampai nanti waktunya bila aku layak, terimalah aku dalam kerajaan-Mu dan tinggal dalam terang-Mu senantiasa. Amin.  ( P.H )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×