Renungan Kamis, 16 April 2026, Pekan II Paskah.
Bacaan: Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yohanes 3:36)
Ketika para murid bersaksi tentang Yesus yang bangkit sebagai Pemimpin dan Juru Selamat, imam-imam kepala melarang mereka. Namun Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia” (Kis.5: 29).
Demikian pula yang dapat terjadi pada diri kita, di saat kita sudah memilih taat kepada Allah lewat sikap, perbuatan, dan perkataan kita yang benar, kita pasti dihadapkan pada pertentangan batin yang hebat. Tawaran dunia lebih enak dan menggiurkan. Kita sudah mengatakan yang benar, kita masih dianggap “ingin memberi servis kepada atasan”, “ingin cari selamat sendiri”, dan lain sebagainya. Bahkan pasti ada perasaan lebih baik tidak komentar dari pada salah. Pilihan menjadi saksi yang benar menuntut suatu pengorbanan, siap untuk dicaci, dikata-katai, dihina.
Taat kepada Allah merupakan bagian dari penyangkalan diri kita, yang tentunya memerlukan perjuangan yang harus diperjuangkan setiap saat, dalam situasi dan kondisi apa pun. Tetap semangat dalam melayani Tuhan, di mana pun kita diutus. (RJ)