Renungan hari Kamis, 30 April 2026, Pekan IV Paskah
Bacaan: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20.
“Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:17)
Sebenarnya sederhana saja yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kali ini: seorang hamba tidak lebih tinggi dari tuannya. Ini jelas. Atau seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya. Ini pun jelas. Semua orang tentu punya peran, baik sebagai tuan maupun sebagai hamba, sebagai yang mengutus maupun yang diutus. Kalau begitu mengapa Yesus perlu menyampaikan kepada para murid-Nya mengenai hal tersebut? Mungkinkah Tuhan Yesus hanya menegaskan saja?
Kita murid-murid Tuhan, kiprah kita adalah untuk dan atas nama Tuhan Yesus, tak lebih dari itu. Tetapi kadang karena tingginya ego, bisa saja lupa konteks, peran, dan kedudukan. Tak tahu diri, berlaku melebihi kapasitas dan wewenang, baik itu dalam relasi sosial, rohani, maupun dalam organisasi kerja. Hal memalukan yang terjadi pada saya, tidak jarang saya pun tergoda untuk lebih menonjolkan diri daripada Injil yang hendak saya wartakan. Kadang juga terpeleset, lebih membanggakan diri daripada membanggakan Kristus. Namun karena kasih-Nya, Roh Kudus selalu mengingatkan untuk tidak sekedar hafal ayat-ayat dalam Kitab Suci, tetapi terlebih melakukan teladan kerendahan hati Sang Guru. Dan saya percaya, berkat-Nya datang kalau dipraktekkan: “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yoh. 13:17)
Bahagia bukan karena jabatan tinggi, tetapi mau turun melayani, mau menerima orang yang Tuhan utus dalam kehidupan dari hari ke hari. Menempatkan diri sebagai hamba, misalnya: menyapu, mencuci piring meskipun ada pembantu, tidak menolak dan mau mendengarkan telepon teman kesepian yang mengganggu, tidak membalas dan mendoakan orang yang menyakiti hati, dan masih banyak lagi. Bisa jadi justru semua itu Tuhan kirim untuk mengajari kita melayani sebagai hamba yang rendah hati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memberi teladan kerendahan hati dan mengirim utusan untuk menundukkan egoku. Berilah aku rahmat kerendahan hati dalam melayani setiap orang yang Engkau kirim kepadaku. Amin. (LKME)