Renungan Sabtu, 30 Mei 2026
Bacaan: Yud 17:20b-25; Mzm 63:2.3-4.5-6; Mrk 11:27-33.
“Lalu mereka menjawab Yesus: ‘Kami tidak tahu.’ Maka kata Yesus kepada mereka: Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.’” (Markus 11:33)
Para pemimpin agama ingin menjebak Yesus dengan pertanyaan yang mereka pikir akan membuat-Nya salah. Tetapi Yesus tidak terjebak. Ia tidak terburu-buru menjawab, tidak marah, dan tidak emosional. Sebaliknya, Ia menjawab dengan bijak dan membalikkan pertanyaan itu sehingga mereka sendiri tidak dapat menjawab.
Dalam kehidupan sehari-hari akan ada situasi di mana kita diuji dengan opini, provokasi, pertanyaan, atau situasi yang ingin menjatuhkan kita. Belajar dari Yesus untuk tidak cepat emosi dan merespons dengan cepat, namun gunakanlah hikmat Tuhan dan tetap pegang kebenaran.
Kuasa Tuhan bukan hanya terlihat dalam mukjizat, tetapi juga dalam hati yang tenang, bijaksana, dan penuh kendali. Orang yang hidup dalam kuasa Tuhan tidak mudah terpancing emosi dan tidak bertindak gegabah.
Apakah aku mudah terprovokasi dan emosi? Dan apakah meminta hikmat Tuhan sebelum berbicara atau bertindak? Apakah aku, dalam menghadapi masalah, bersikap tenang dan berdoa?
Doa
Tuhan Yesus, ajarku untuk hidup dalam kuasa-Mu. Berikan aku hati yang tenang, bijaksana, dan tidak mudah terjebak oleh tipu daya dunia. Pimpin setiap perkataan dan tindakanku agar selalu sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (MII)