Renungan Rabu, 3 Juni 2026
2 Tim 1:1-3.6-12; Mzm 123:1-2a.2bcd; Mrk 12:18-27
Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pewarta, sebagai rasul, dan sebagai guru.( 2 Timotius 1:11 )
Ditengah segala kesibukan dan rutinitas, seringkali terasa capek, penat, dan bosan melanda jiwa raga. Terbersit niat untuk tidak usah terlalu aktif dalam kegiatan-kegiatan diluar pekerjaan supaya dapat menikmati “me time”, melakukan sekehendak saya sendiri. Sekilas pemikiran ini terasa baik untuk dilakukan, tetapi melalui bacaan hari ini saya memperoleh peneguhan bahwa segala proses yang sedang saya alami sekarang bukan sebuah kebetulan yang terjadi karena mengikuti kehendak sendiri, melainkan telah ditetapkan sejak Tuhan memilih saya menjadi anak-Nya .
Tugas sebagai pewarta Injil, rasul, dan guru, bukan lagi sebagai pilihan, melainkan telah melekat dan lambat laun menyatu sebagai gaya hidup. Meskipun sudah mengerti kebenarannya, tapi yang namanya godaan malas, ego, dan hawa nafsu terus berusaha merongrong, menarik kembali kepada cara hidup yang lama.
Maka tidak ada acara lain selain terus berusaha melekat pada Yesus Allah yang sungguh hidup, terus bertekun dalam mengamalkan sabda-Nya , dan mohon bimbingan Roh Kudus-Nya. Karena sungguh harus diakui daging ini begitu lemah, suka mencari yang enak dan nyaman, seringkali tidak tahan godaan dan penderitaan.
Maka jangan sekali-kali mengandalkan diri sendiri, tetapi bergantunglah pada kuasa Allah semata. Lewat Lectio Divina setiap hari kiranya saya tetap dapat menangkap kehendak Tuhan yang menuntun untuk tetap setia pada jalan kekudusan.
Tuhan Yesus, seringkali hambaMu ini tergoda untuk mencari kenyamanan hidup, berjalan mengikuti kehendak hati. Tapi Syukur kepada Allah, Sabda Tuhan sungguh hidup dan menuntun kepada segala kebenaran. Ya Tuhan jagalah hambaMu supaya tidak jatuh dalam pencobaan melainkan tetap taat dan setia dalam melaksanakan segala yang Kau kehendaki demi keselamatan jiwa kami. amin ( MVLD )