SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi
Renungan Selasa, 23 Juni 2026
2 Raja-Raja 19 :9b -11 .14-21 .31-35a : 36; Mzm : 48:2-3a. 3b-4 .10-11; Mat 7:6.12-14
“ Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu .Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya  “ (Matius 7:13-14)
Yesus berbicara tentang pintu yang sempit dan jalan yang sesak yang menuju kehidupan. Banyak orang lebih memilih jalan yang lebar karena lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan. Namun jalan lebar sering kali menjauhkan manusia dari Allah. Jalan sempit adalah jalan kepercayaan kepada Tuhan. Saat semua orang memilih mengandalkan diri sendiri, kita belajar berdoa. Saat dunia mengajarkan balas dendam, kita memilih mengampuni. Saat banyak orang mencari keuntungan diri, kita memilih mengasihi dan melayani. Saat orang lain putus asa, kita tetap berharap kepada Tuhan. Jalan sempit memang tidak popular, tapi jalan itulah yang ditempuh para nabi, para Rasul, para santo santa, dan Yesus sendiri. Menarik bahwa sebelum berbicara tentang jalan sempit, Yesus juga mengajarkan “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya kamu perbuat bagimu, perbuatlah demikiann juga kepada mereka “. Inilah salah satu ciri orang yang berjalan dijalan sempit : ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi belajar memperlakukan sesama dengan kasih dan hormat.
Jangan takut memilih jalan sempit, Jalan itu mungkin tidak mudah, tetapi Tuhan Berjalan bersama kita dan ketika Tuhan menyertai, tidak ada ancaman yang lebih besar dari kuasa–Nya. Amin (FXST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×