SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Rabu, 8 Juli 2026

Bacaan: Hos 10:1-3.7-8.12; Mzm 105:2-3.4-5.6-7; Mat 10:1-7.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Mat 10:5-7)

Ketika membaca Injil hari ini, saya diingatkan bahwa saya juga dahulu termasuk domba yang hilang dari umat Tuhan.

Saya seorang Katolik, tetapi dahulu saya hidup sesuka hati, penuh dengan dosa. Saya menjalani hidup menurut pemikiran dan kesenangan saya sendiri, hidup menurut cara dunia yang saya kenal. Saya hidup bertentangan dengan apa yang diajarkan dan diperintahkan Tuhan karena saya tidak belajar apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki atas hidup yang harus saya jalani seturut perintah-Nya.

“Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel!”

Firman ini mengingatkan saya kembali bahwa Tuhan telah mengutus beberapa teman untuk membawa saya kembali ke jalan-Nya dan mulai hidup dengan iman yang benar sesuai dengan ajaran dan perintah-Nya. Jatuh bangun saya alami ketika berusaha mengikuti perintah-Nya. Menjadi “taat” dan mengubah kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan merupakan tantangan yang besar.

Namun, penyertaan-Nya tidak pernah meninggalkan saya. Mazmur hari ini kembali mengingatkan saya akan penyertaan Tuhan ketika saya jatuh, ketika saya goyah, dan ketika saya mulai menyimpang.

“Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.” (Mzm. 105:4-5)

Hari ini saya kembali mengingat kasih Tuhan dalam hidup saya. Saya dapat bertahan dan menjalani hidup sampai usia sekarang karena melihat bahwa semua yang saya alami semata-mata terjadi karena kasih Tuhan. Terlebih lagi, ketika dahulu saya masih hidup dalam banyak dosa yang saya anggap sebagai sesuatu yang biasa, Tuhan tetap mengasihi saya.

Ketika ayah saya terkena stroke, saya tahu bahwa jika beliau menjadi buta atau lumpuh separuh, pasti beliau tidak ingin melanjutkan hidupnya. Saya berdoa memohon agar Tuhan memberi saya kesempatan untuk dapat membahagiakan orang tua saya dan memohon kesembuhan bagi ayah saya. Tuhan menjawab doa saya. Berdasarkan hasil MRI, ayah saya seharusnya mengalami kebutaan dan kelumpuhan, tetapi Tuhan berkarya sehingga beliau tidak menjadi buta dan tidak mengalami kelumpuhan.

Ketika saya mengalami PHK secara mendadak karena perusahaan tempat saya bekerja, yang berkantor pusat di Inggris, tiba-tiba bangkrut akibat krisis moneter, peristiwa itu terjadi tiga bulan sebelum hari pernikahan saya. Saat itu saya menghitung uang yang saya miliki, dan ternyata hanya cukup untuk membiayai acara pernikahan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Setelah itu, tidak ada lagi uang untuk membiayai kehidupan kami.

Saya pun bertanya dalam hati: Apakah saya bisa segera mendapatkan pekerjaan baru? Bagaimana saya akan menghidupi istri yang baru saya nikahi? Bukankah saya justru akan menyusahkannya?

Saya kemudian berdoa dengan doa yang sangat singkat, “Tuhan, hilangkan kekhawatiran saya.”

Tuhan menjawab doa itu. Dalam waktu tiga bulan saya memperoleh rezeki yang mampu menghidupi rumah tangga kami selama dua tahun, bahkan tanpa harus bekerja sekalipun. Lebih daripada itu, saya juga langsung mendapatkan pekerjaan baru setelah acara pernikahan kami.

Masih banyak lagi kebaikan dan kuasa Tuhan yang terjadi dalam hidup saya. Jika saya merenungkannya, semuanya sungguh di luar nalar saya.

Karena itu, ketika anak saya sakit berat dan saya sendiri mulai jatuh serta terpuruk, saya sempat marah kepada Tuhan. Namun, Tuhan kembali mengingatkan saya akan semua kebaikan-Nya yang telah saya alami. Hal itu membuat saya berkata,

“Tuhan, ampuni saya. Benar, Tuhan, sudah tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tidak percaya kepada-Mu. Berilah saya kekuatan untuk menjalaninya dan sertailah saya selalu.”

Saat ini situasi ekonomi dunia maupun nasional sedang tidak baik-baik saja. Banyak orang mengalami keterpurukan dan kesulitan ekonomi. Banyak pula yang hidup dalam kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan. Namun, kita sebagai anak-anak Tuhan harus percaya bahwa Tuhan kita berkuasa atas segala sesuatu. Dialah yang memelihara hidup kita sebagai anak-anak-Nya.

Kita perlu menyadari bahwa, dalam keadaan apa pun—baik susah maupun senang, suka maupun duka, berkekurangan maupun berkelimpahan—tidak ada satu pun yang dapat menjamin masa depan kita. Hanya Tuhan yang sanggup menjamin hidup kita dan anak-anak kita. Dialah Tuhan, sumber pengharapan kita.

Justru saat seperti inilah waktu yang paling tepat untuk mengalami penyertaan-Nya secara nyata dalam hidup kita. Alamilah kasih-Nya!

“Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.” (Mzm. 105:4-5)

Karena itu, kita juga diutus untuk membantu, menguatkan, dan meneguhkan saudara-saudara yang sedang mengalami berbagai permasalahan. Marilah kita mengambil bagian dalam karya Tuhan agar tidak ada domba-domba gembalaan-Nya yang hilang, dan supaya mereka yang telah tersesat dapat kembali ke dalam kawanan domba-Nya.

“Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

Doa

Allah Bapa, Pencipta dan Penguasa atas hidup kami, kami mohon sertailah kami dalam masa-masa sulit yang penuh tantangan ini. Dampingi dan kuatkanlah kami selalu sehingga kami senantiasa memuji dan memuliakan Dikau karena pemeliharaan-Mu yang nyata dalam hidup kami.

Pakailah juga kami untuk menjadi saluran berkat-Mu bagi banyak orang yang membutuhkan pertolongan-Mu. Biarlah melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kasih dan penyertaan-Mu. Hanya bagi nama-Mu yang kuduslah segala kemuliaan, ya Bapa, Pemelihara semesta alam dan Pemelihara hidup kami. Amin. (VAKSH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×