Renungan Kamis, 16 July 2026
Yes 26:7-9.12.16-19; Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21; Mat 11:28-30
“Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.” ( Yesaya 26:16 )
Ketika hidup kita sedang dalam keadaan berat seperti saat saat ini yang sedang kita hadapi. Kita semua tidak sedang dalam kondisi baik baik saja. Banyak sekali masalah yang kita hadapi saat ini bahan bakar menjadi mahal, kondisi ekonomi akibat perang yang tidak membaik dan terpuruknya kondisi saham dan lain lain yang terjadi. Membuat kita menghadapi pilihan hidup yang terasa semakin sulit, membuat hati kita letih, kehilangan semangat dan merasa sendirian.
Dan dalam bacaan Injil Matius 28:18-20 dikatakan Yesus: “Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullalh kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan” Ketika kita membaca Injil ini terkadang kita bingung kita yang sedang letih lesu berbedan berat tetapi malah akan di beri Yesus tambahan beban untuk memikul Kuk yang akan dipasang. Terkadang kita takut akan datang kepada Yesus kita masih mencari solusi dengan kacamata dunia, mencari bantuan dari orang orang yang kita anggap lebih pintar mendengar pendapat para ahli dll. Tetapi terkadang solusi dari dunia adalah bersifat sementara saja bahkan terkadang dengan cara cara yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan.
Oleh karena itu seperti dikatakan Yesaya orang orang yang dalam kesesakan mereka mencari Tuhan dan mengeluh dalam doa. Dan dalam injil yang dikatakan Yesus pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku. Yesus memberi contoh dalam menjalani kehidupan di Dunia ini memang tidak lah mudah, tetapi kita diminta untuk taat apa yang Tuhan kehendaki. Hidup di dunia memang harus mengalami perjuangan, penderitaan sebenarnya bukan dari Tuhan tetapi banyak terjadi karena kesalahan manusia seperti terjadinya perang. Tetapi Yesus tetap setia ingin memanggul beban berat yang ada didunia ini meskipun bukan dari Tuhan tetapi Yesus mau memanggul bersama kita Kuk yang ada sehingga kita akan merasa ringan dan tahu tujuan hidup kita.
Bapa yang maha pengasih dan penyayang. Engkau menghendaki umatMu bahagia. Tetapi seringkali kami tidak sadar bahwa kebahagiaan harus diraih lewat perjuangan berat, bahkan kadang kadang lewat penderitaan. Yesus sendiri telah menjadi teladan bagi kami. Melalui sengsara dan wafat Ia mencapai kebahagiaan dan kejayaan. Bapa, pandanglah kami yang sedang mengalami kesulitan. Berilah kami ketabahan. Semorag kami mampu mempersatukan kesusahan kami dengan sengsara Yesus sendiri, sehingga kemudian kami boleh juga ikut ambil bagian dalam kebahagiaanNya. Semoga kami tabah seperti Ayub, ketika mengalami cobaan hebat ia percaya dan berharap kepadaMu. Semoga Yesus yang telah meredakan angin ribut di danau, kini Kauutus pula untuk meredakan badai yang melanda kami, agar kami boleh kembali menikmati hidup yang tenang penuh kedamaian, demi Kristus Tuhan kami. PS 179 (AlX)