SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Jumat, 17 Juli 2026

Yes 38: 1-6.21-22.7-8; Mzm Yes 38:10.11.12abc.16; Mat 12:1-8

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat ( Matius 12:8 )

Saat murid-murid memetik gandum karena lapar di hari Sabat, orang-orang Farisi mengecamnya, Yesus membela mereka, menegaskan bahwa kebutuhan dasar manusia dan kemurahan hati adalah esensi hukum yang sesungguhnya. Aturan yang dibuat tidak boleh mengalahkan kasih yang menjadi dasar dari kehidupan manusia. Seringkali peraturan menjadi belenggu yang justru mengikat manusia untuk mengasihi sesama. Ini yang ditegaskan Yesus dalam kalimat karena anak manusia adalah Tuhan atas hari sabat.

Maka marilah kita merenungkan bagaimana kita bekerja, berkarya dalam pelayanan dimanapun, apakah kita adalah pelaku dan penegak aturan tanpa kompromi demi formalitas hukum yang ada ataukah kita mengutamakan Tuhan yang menghendaki kita mengasihi dengan murah hati? Bukan berarti peraturan tidak perlu atau bisa dilanggar begitu saja tetapi harus dipertimbangkan bahwa manusialah yang utama bukan peraturannya, semoga rahmad-Nya memampukan kita untuk mengasihi tanpa harus melanggar peraturan dan mengerti yang dikehendaki-Nya.

Tuhan, kami bersyukur untuk Kasih-Mu yang menjadi teladan utama dalam kehidupan kami, ajarilah kami untuk mengutamakan Kasih sebagai persembahan hidup kami daripada menegakkan peraturan demi formalitas belaka, sebab Engkaulah Tuhan yang hidup dan berkuasa sepanjang segala abad, Amin ( VVDL )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×