Renungan Selasa, 4 Agustus 2026
Yer 30:1-2.12-15.18-22; Mzm 102:16-21.29.22-23; Yoh 1:49b; Mat 15:1-2.10-14
Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya”. (Matius 15:13)
Pada bacaan Injil hari ini, orang Farisi dan ahli Taurat mempertanyakan kepada Yesus “ mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Pernyataan ini seolah mempersalahkan Yesus yang mengijinkan para murid melanggar adat istiadat dan menggangap bahwa adat istiadat yang selama ini sudah berjalan adalah suatu hal yang benar yang berasal dari Tuhan. Dalam hal ini Yesus memberikan suatu kebenaran yang membalikkan keadaan bahwa yang najis bukanlah yang masuk ke mulut melainkan yang keluar dari mulut seseorang. Ada kebenaran yang lebih penting yang mau disampaikan Tuhan bahwa yang keluar dari mulut orang seperti perkataan jahat, fitnah, gossip dan lain-lain justru lebih membuat orang berdosa daripada tidak melakukan adat istiadat nenek moyang yaitu membasuh tangan sebelum makan. Selanjutnya Tuhan lebih menegaskan bahwa tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku akan di cabut sampai akarnya. Dalam hal ini tanaman bisa diartikan adalah ajaran atau adat istiadat atau hal-hal yang tidak berasal dari Bapa, tidak sesuai ajaran Bapa akan hilang atau dicabut sampai akarnya.
Di jaman sekarang ini kitapun sering terbelenggu oleh aturan-aturan, kebiasaan, adat-istiadat yang sudah sering dilakukan padahal hal tersebut bisa jadi bukan berasal dari ajaran Bapa. Kita pun perlu mengenali apa saja hal-hal yang sudah tertanam dalam diri kita yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa. Contoh nya jika saya aktif dalam kegiatan rohani tapi menjadikan saya sombong dan merasa paling benar dan mudah menghakimi orang lain, tentunya hal ini tidak ditanam oleh Bapa. Maka mari kita masing-masing berefleksi dalam diri kita masing-masing supaya apa yang tidak ditanam oleh Bapa boleh dibersihkan dan benih firman dan kebenaran dari Bapa boleh bertumbuh subur dalam diri kita masing-masing. Tuhan Yesus memberkati. (DI)