Renungan Kamis 27 Agustus 2026
1Kor 1:1-9; Mzm 145:2-3.4-5.6-7; Mat 24:42-51
“Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus” ( 1Korintus 1:8 )
Ketika BMKG memberikan prediksi mengenai cuaca ekstrem di akhir bulan—misalnya akan ada hujan, badai, dan banjir selama sebulan—tentu kita akan segera bersiap-siap. Kita meninggikan pintu rumah, bekerja sama dengan tetangga membersihkan selokan, serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk membetulkan tanggul yang rusak. Kita belanja kebutuhan pangan secukupnya. Kita siap dan berjaga-jaga, sehingga saat badai datang, kita dapat bertahan.Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan peringatan yang senada tentang akhir zaman. Kedatangan Yesus yang kedua kali akan terjadi pada waktu yang tidak disangka-sangka. Saat itulah penghakiman dunia dimulai. Gandum dan lalang akan dipisahkan, kambing dan domba akan dipilah. Kehidupan setiap orang akan dibuka secara transparan; segala sudut hati diterangi dan ditelanjangi, semua topeng terlepas, serta tidak ada lagi yang dapat disembunyikan. Setan dan semua pengikutnya akan dilemparkan ke dalam api. Lantas, apa yang harus kita lakukan sekarang agar kita selamat? Rasul Paulus mengingatkan umat beriman di Korintus bahwa Allah telah mencurahkan kasih karunia-Nya untuk memperlengkapi kita dengan segala pengetahuan, perkataan, dan karunia Roh. Tugas kita adalah merespons kasih karunia itu dengan menjaga kekudusan. Menjaga kekudusan berarti menjauhi dosa, bertobat secara terus-menerus, dan memiliki kerendahan hati untuk mawas diri. Kita diundang untuk membangun relasi yang intim dengan Yesus—salah satunya melalui Lectio Divina—agar selalu mengenali kehendak dan rencana Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, serta terus berusaha mengubah karakter duniawi menjadi karakter seperti Yesus.
Tidak berhenti pada diri sendiri, kita juga diutus untuk giat melakukan pekerjaan Tuhan dan bersaksi kepada banyak orang, terutama mereka yang masih suam-suam kuku, lemah imannya, lengah, dan tidak berjaga-jaga. Peringatan tentang akhir zaman sering kali didengungkan sehingga terasa biasa di telinga kita. Akibatnya, kita menjadi terlena, terlelap, dan meremehkannya. Mari kita tetap berjaga dan waspada agar saat hari kedatangan-Nya tiba, kita didapati sedang giat mengupayakan kekudusan serta setia melayani Tuhan dan sesama, hingga nama kita terdaftar dan layak untuk menerima hidup kekal bersama Allah Bapa.
Refleksi:
- Karakter duniawi mana yang masih harus kuubah?
- Maukah aku pergi diutus agar orang lain diselamatkan, ataukah aku memilih tinggal dalam zona nyaman dan cukup puas bergaul dengan komunitas tertentu saja? ( PPT )