SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Sabtu, 29 Agustus 2026

Yer 1:17-19; Nzm 71:1-2.3-4a.5-6ab. 15ab.17; Mrk 6:17-29

Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperistri  Herodias, istri Filipus saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” (Markus 6:17-18)

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seseorang teman, dan dia bercerita tentang temannya yang saya juga mengenal orang yang dia ceritakan. Dalam cerita tersebut teman saya ini bercerita bahwa temannya itu sangat jahat, kejam dan menjadikan dirinya tidak dapat melayani dan ditinggalkan orang – orang disekitarnya akibat gossip dari temannya itu. Pada saat itu saya merasa bahwa apa yang dikatakan itu tidak benar, dan dia terlalu berpikiran negative, tetapi saya tidak dengan tegas mengatakan kepada teman saya, saya hanya berkata, sudah tidak perlu dipikirkan apa yang orang lain perbuat kepadamu, saya hanya mengatakan kata – kata yang menyenangkan telinga.

Melalui bacaan injil hari ini, Tuhan mengingatkan saya bahwa saya harus berani mengatakan kebenaran, meskipun ada akibat yang harus ditanggung.Tuhan mengingatkan saya bahwa saya harus menjadi terang dan garam, sehingga tidak mengikuti arus tetapi dengan berani menunjukkan kebenaran kepada orang yang ada disekitar saya.

Tuhan Yesus ampunilah aku, kalau aku belum berani mengatakan kebenaran kepada sesamaku, aku mohon kasih dan rahmat-Mu, agar aku berani menyuarakan kebenaran, sehingga orang yang ada disekitarku juga dapat hidup dalam kebenaran. (CTS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×