Renungan Minggu , 30 Agustus 2026
Yer 20 : 7 – 9 ; Mzm 63:2,3-4,5-6, 8-9 ; Mat 16 : 21 – 27
” Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku ” ( Matius 16:24 )
Injil suci hari ini berkisah tentang syarat–syarat untuk mengikuti Yesus, bahwa mengikuti Yesus harus berani menyangkal diri, memikul salib bersama Yesus. Tuhan Yesus tidak mewajibkan setiap orang menjadi murid-Nya. Yesus hanya ingin setiap orang yang menjadi murid-Nya, memiliki kualitas dan kemantapan sebagai seorang pengikut.
Kecemasan Petrus meminta kepada Yesus untuk tidak menyerahkan diri untuk dibunuh sangat manusiawi, tapi Yesus justru menganggap Petrus sebagai batu sandungan. Sebab Petrus tidak mengerti apa yang dipikirkan Allah, dia hanya berfikir sebagaimana yang dipikirkan oleh manusia, bahwa Mesias tidak boleh mati terbunuh.
Injil hari ini mengajak kita untuk mengutamakan kehendak Allah dalam pergumulan hidup kita. Memikul salib berarti berani berkorban serta menderita, rela meninggalkan kesenangan, jabatan, status, hobi dan kenikmatan dunia demi mengikuti Yesus, berani melawan kenikmatan duniawi demi Kerajaan Allah. Salib adalah tanda kemenangan, bahwa kita telah mengalahkan dunia bersama Yesus, walaupun harus menderita, tetapi yakinlah bahwa Yesus selalu hadir bersama kita, memikul salib bersama kita, yakinlah bahwa kehidupan kekal didalam Kerajaan surga akan menjadi milik kita.
Allah Bapa yang Maha kasih , melalui penderitaan Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus anugerahilah kami kehidupan sejati, berilah kami keberanian dan kekuatan untuk menyangkal diri dan memikul salib kami masing–masing, agar kami layak menerima anugerah kehidupan sejati didalam Kerajaan-Mu. Amin. (MFK)
T.F. Kumalasari