SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Selasa 8 September 2026

Bacaan: Mi 5:1-4 atau Rm 8:28-30 Mzm 13:6 Mat 1:1-16.18-23 (Panjang) atau Mat 1:18-23 (Singkat)

 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.(Matius 1:23)

Shalom,

Bapak-Ibu para sahabat terkasih di dalam Kristus.

Hari ini Gereja mengajak kita semua untuk merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Bunda Maria adalah tokoh sentral yang punya peran besar dalam kehadiran Tuhan Yesus di dunia. Ketaatan yang luar biasa adalah harta Gereja yang tak ternilai.

Kita ingat betul bagaimana kisah kelahiran Tuhan Yesus yang dimulai dengan ketaatan Bunda Maria dalam menerima tugas mulia dan maha berat. Pertunangan Bunda Maria dan Yusuf hampir berantakan karena Bunda Maria didapati telah mengandung. Ada rencana Yusuf untuk meninggalkan tunangannya itu, namun kita ingat betul bahwa Allah ingin Tuhan Yesus lahir di dalam keluarga yang utuh, yaitu keluarga yang memiliki ayah, ibu, dan anak, maka rencana Yusuf dibatalkan melalui sebuah mimpi.

Yesaya 7:14: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Nubuat ini dinyatakan oleh Nabi Yesaya jauh sebelum penggenapannya, artinya bahwa ada rencana Allah sejak lama akan kehadiran Tuhan Yesus, yang berarti juga rencana menjadikan Bunda Maria sebagai ibu Tuhan sudah ada sejak lama sekali.

Tidak banyak orang yang paham dan mau menaati kehendak dan rencana Allah karena kadang tidak sesuai dengan logika manusia. Hanya orang-orang seperti Bunda Maria dan Yusuf yang memahami kehendak Allah, maka dipilihlah mereka berdua menjadi orang tua Tuhan Yesus di dunia.

Melakukan ketaatan seperti Bunda Maria sangat tidak mudah karena harus disertai dengan penyangkalan diri dan mau menjadi hamba yang setia. Namun, berbahagialah kita karena tidak mudah bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Kita harus melibatkan Allah untuk bisa menjalani rencana-Nya.

Kita perlu Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, peran dan ketaatan Bunda Maria akan terasa berat dan tidak mungkin dilakukan.

“Adapun Bapa yang penuh belas kasihan menghendaki supaya penjelmaan Sabda didahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dulu wanita mendatangkan maut, sekarang pun wanitalah yang mendatangkan kehidupan.”
(LG 56)

Puji Tuhan, kita memiliki teladan ketaatan yang membawa keselamatan bagi dunia.

Mari terus belajar dari Bunda Maria, taat dan mau ambil bagian dalam karya keselamatan.

Bunda Maria, doakanlah kami. Amin.

Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×