Renungan Rabu, 9 September 2026
Bacaan: 1Kor 7:25-31; Mzm 45:11-12.14-15.16-17; Luk 6:20-26
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. (Lukas 6:20)
Injil Tuhan hari ini berbicara tentang Sabda Bahagia. Ini adalah awal dari pelayanan Yesus. Ini juga menjadikan kita tahu bahwa Yesus menginginkan setiap kita untuk hidup bahagia. Namun, ukuran/pandangan bahagia yang ditawarkan Yesus berbeda dengan ukuran/pandangan bahagia yang ditawarkan dunia.
Kebahagiaan saat di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan Yesus menawarkan kepada kita untuk tidak hanya menikmati yang sementara, tetapi yang kekal nanti bersama Bapa di Surga. Banyak di antara kita yang memilih untuk mencapai bahagia saat di dunia ini karena itu lebih mudah, tapi membawa kebinasaan. Mencapai bahagia di Surga itu lebih sulit, tapi memberi kehidupan.
Pilihan ada pada salah satu, bukan semuanya. Andai kita bisa mendapatkan semuanya, itu adalah anugerah. Oleh sebab itu, jika kita diberi hikmat kebijaksanaan, tentunya kita akan memilih kebahagiaan kekal.
Melalui Sabda Bahagia, perjalanan hidup kita semasa di dunia sesungguhnya sudah dituntun untuk kita menjadi bahagia di Surga nanti.
Tapi sepertinya untuk melakukan delapan Sabda Bahagia ini terlalu sulit dan butuh perjuangan bagi kita, sehingga kita lebih sering memilih yang mudah daripada yang sulit.
Oleh sebab itu, apa pilihan kita?
Bahagia di dunia?
Bahagia di Surga?
Doa
Tuhan, mampukan aku untuk menjadi pelaku Sabda-Mu agar selamat jiwaku sampai ke Surga. (VMHFS)