Renungan Kamis, 10 September 2026
Bacaan: 1Kor 8:1b-7.11-13; Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24; Luk 6:27-38.
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27)
Terkadang dalam kehidupan ini, kita sering berbuat banyak kebaikan. Tetapi dari semua perbuatan baik itu, tidak semua orang bisa menerimanya, bahkan mungkin mencela, mencerca, dan membalasnya dengan kejahatan.
Ketika kita mengalami hal itu, banyak di antara kita yang pada akhirnya berhenti untuk berbuat baik dan menjadi benci atau marah dengan mereka. Kita tidak menyadari bahwa terkadang Tuhan ingin membentuk kepribadian dan mental kita melalui pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Tuhan ingin membentuk kita bukan hanya menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, tetapi ingin menjadikan kita sebagai pribadi yang luar biasa dan tahan uji.
Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan ajaran yang sangat sulit, tetapi menjadi inti kehidupan seorang murid-Nya: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”
Sebuah perintah yang sulit untuk dilakukan, tetapi Tuhan Yesus meminta kita untuk melakukannya. Tuhan Yesus tidak pernah meminta para murid-Nya untuk melakukan sesuatu yang mustahil. Tuhan Yesus memberikan perintah ini dan yakin bahwa para murid bisa melakukannya.
Secara logika, rasanya bodoh sekali jika kita mau mengampuni orang yang telah menyakiti, melecehkan, menghina, atau berbuat curang kepada kita. Tetapi itulah yang Bapa mau kita perbuat kepada sesama kita.
Ampunilah orang yang tidak layak untuk diampuni, karena Tuhan Yesus sudah memberikan teladan untuk mengampuni dan mengasihi semua orang yang bersalah. Kerajaan Allah hanya akan terwujud ketika manusia tidak lagi menyimpan dendam dan permusuhan. Kerajaan Allah akan terwujud ketika manusia belajar untuk mau mengampuni dan mengasihi sesama.
Marilah kita melakukan apa yang sudah Tuhan Yesus ajarkan dan teladankan bagi kita semua, yaitu mengasihi musuh kita. Memang tidak mudah untuk melakukannya bila kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Namun, dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan dimampukan sehingga kita bisa mengasihi musuh kita.
Tuhan Yesus memberkati. (LF)