Renungan Jumat, 11 September 2026
Bacaan: 1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm 84:3.4.5-6.12; Luk 6:39-42.
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1Kor. 9:26–27)
Rasul Santo Paulus menggambarkan hidup rohani seperti suatu pertandingan olahraga, pertandingan atletik, atau bertinju. Dia menegaskan bahwa dalam gelanggang pertandingan, seorang akan berusaha keras untuk memenangkan pertandingan dan memperoleh hadiah, berupa mahkota yang terbuat dari daun yang akan layu dan bersifat fana.
Sedangkan kita sebagai murid-murid Kristus dipanggil untuk memperoleh mahkota yang abadi.
Karena itu, Santo Paulus menegaskan pentingnya memiliki tujuan hidup dan mengarahkan seluruh aspek hidup kita kepada tujuan hidup ini, yaitu untuk bersatu dengan Allah Tritunggal Mahakudus dalam keabadian. Dalam kerendahan hatinya, Santo Paulus menyadari bahwa tanpa rahmat Allah dan tanpa penyangkalan diri, dirinya juga bisa tidak selamat. Karena itu, Santo Paulus menyatakan bahwa ia berusaha melatih tubuhnya dan menguasainya seluruhnya, yaitu dengan penyangkalan diri, supaya pada akhirnya dapat menerima mahkota yang abadi (ayat 27).
Renungan
Apakah kita menyadari bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan dan berusaha juga untuk memperjuangkan keselamatan itu? (ET)